Penyaluran Kredit UMKM di Sumut Ditargetkan Tumbuh 17%

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IX Sumatra Utara dan Aceh menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit perbankan untuk segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sumut mencapai 17% pada tahun ini.
Febriany Dian Aritya Putri | 02 April 2014 17:13 WIB

Bisnis.com, MEDAN--Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IX Sumatra Utara dan Aceh menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit perbankan untuk segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sumut mencapai 17% pada tahun ini.

Adapun, sepanjang tahun lalu, penyaluran kredit untuk segmen ini hanya tumbuh 14,91% atau melambat dibandingkan dengan pertumbuhan penyaluran pada 2012 yakni 18%.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IX Sumut-Aceh Difi A. Johansyah menuturkan, banyak perbankan di Sumut yang acuh terhadap UMKM karena risiko kredit yang cukup tinggi. Apalagi ditambah, suku bunga acuan BI yang mencapai 7,5%.

Namun, Difi meyakini UMKM merupakan sektor dengan pangsa pasar yang sangat besar dan menguntungkan bagi perbankan secara jangka panjang.

"Cost yang harus dikeluarkan perbankan memang besar. Apalagi untuk melatih SDM [sumber daya manusia] dan infrastruktur penyalurannya. Namun, margin keuntungan cukup besar, apalagi untuk segmen mikro," ujar Difi, Rabu (2/4/2014).

Salah satu usaha yang dilakukan BI Sumut-Aceh adalah memetakan potensi UMKM di setiap daerah mengacu pada potensi sumber daya alam masing-masing.

Berdasarkan statistik BI Sumut-Aceh, sepanjang tahun lalu, penyaluran kredit untuk segmen usaha mikro memiliki pertumbuhan year on year paling besar yakni 29,48% yakni Rp7,16 triliun dibandingkan dengan 2012 Rp5,53 triliun.

Untuk segmen usaha kecil mengalami pertumbuhan YoY 17,45% atau mencapai Rp14,47 triliun dibandingkan dengan 2012 Rp12,32 triliun.

Adapun, untuk usaha menengah, pertumbuhan YoY 8,2% mencapai Rp18,07 triliun dibandingkan dengan 2012 Rp16,7 triliun. Total penyaluran kredit UMKM di Sumut tahun lalu mencapai Rp39,7 triliun dibandingkan dengan 2012 Rp34,55 triliun.

Kendati demikian, pada tahun ini perbankan semakin berhati-hati menyalurkan kredit khususnya untuk UMKM. Direktur Bisnis dan Syariah Bank Sumut Edie Rizliyanto menargetkan pertumbuhan moderat 20% untuk kredit UMKM.

"Kami tidak akan terlalu agresif, karena ingin menekan laju kredit secara keseluruhan sesuai dengan instruksi BI 15%-17%. Selain itu, kami juga ingin menekan LDR di bawah 100%," ujar Edie.

Berdasarkan laporan keuangan Bank Sumut, pada tahun lalu, penyaluran kredit UMKM mencapai Rp7,5 triliun atau tumbuh 29% dibandingkan dengan 2012 Rp5,78 triliun. Adapun LDR perusahaan meningkat menjadi 107,31% dari 101,9% pada 2012.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kredit umkm

Editor :

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup