Spin Off Asuransi Syariah: OJK Perkirakan Serupai Spin Off Perbankan

Direktur Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Syariah OJK Moch. Muchlasin memperkirakan aturan atas spin off asuransi syariah yang tengah dibahas di DPR akan menyerupai aturan spin off perbankan syariah.
Abdalah Gifar
Abdalah Gifar - Bisnis.com 02 Juni 2014  |  21:26 WIB
Spin Off Asuransi Syariah: OJK Perkirakan Serupai Spin Off Perbankan
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Direktur Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Syariah OJK Moch. Muchlasin memperkirakan aturan atas spin off asuransi syariah yang tengah dibahas di DPR akan menyerupai aturan spin off perbankan syariah.

Aturan mengenai spin off tersebut akan tertera dalam Rancangan Undang-Undang tentang Perasuransian. “Dalam UU itu pun, peraturan mengenai asuransi akan semakin detail,” katanya kepada Bisnis, Senin (2/6/2014).

Pelaku industri asuransi yang telah mencanangkan pengembangan bisnis syariah telah menunggu keluarnya aturan terkait spin off  ini.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut dimintai kejelasan waktu pengesahan peraturan tersebut

Menurut Muchlasin, pembahasan atas asuransi syariah berada pada bab-bab akhir RUU Perasuransian.

Dia memperkirakan setidaknya membutuhkan 2-3 rapat lagi bagi anggota dewan untuk mengesahkan peraturan tersebut.

Diberitakan sebelumnya, perusahaan asuransi yang berencana melakukan spin off  unit syariahnya, antara lain PT Tugu Pratama Indonesia dan PT Asuransi Parolamas.

Minat pengembangan bisnis syariah semakin besar seiring pertumbuhan bisnis dan potensi asuransi syariah di Tanah Air.

Berdasarkan data regulator, aset perusahaan asuransi jiwa yang menjalankan bisnis syariah mencapai Rp12,7 triliun per 31 Maret 2014.  

Sementara itu, aset perusahaan asuransi umum yang menjalankan bisnis syariah mencapai Rp3,1 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
asuransi syariah, ojk

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup