TPID Perkuat Kerja Sama Antar Provinsi

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumut akan memperkuat kerja sama antar provinsi untuk menekan laju inflasi sepanjang tahun ini, khususnya menjelang puasa, Ramadhan, dan Lebaran.
Febriany Dian Aritya Putri
Febriany Dian Aritya Putri - Bisnis.com 02 Juni 2014  |  15:59 WIB

Bisnis.com, MEDAN - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumut akan memperkuat kerja sama antar provinsi untuk menekan laju inflasi sepanjang tahun ini, khususnya menjelang puasa, Ramadhan, dan Lebaran.

Ketua Tim Harian TPID Sumut Mikael Budisatrio menuturkan, kerja sama antar provinsi ini natinya diharapkan mampu saling mengisi kekurangan pasokan, khususnya komditas bahan pangan strategis pemicu inflasi.

"Berdasarkan hasil rapat nasional TPID lalu, kami mengusulkan untuk meperkuat kerja sama dengan provinsi lain. Kami akan memetakan, komoditas mana yang surplus dan defisit di Sumut. Selanjutnya, kami dengan Pemprovsu dan dinas terkait seperti Dinas Pertanian serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut akan berkoordinasi untuk mengatur distribusi," ujar Mikael, Senin (2/6/2014).

Mikael mencontohnya, pada awal bulan ini, pasokan cabe merah di Sumut melimpah. Petani pun mengeluhkan melorotnya harga jual cabe merah. Padahal pada Mei 2014, berdasarkan data BPS Sumut, kenaikan harga cabe merah memicu inflasi.

Adapun, masalah tersebut dapat diselesaikan melalui kerja sama distribusi dengan provinsi yang membutuhkan, selain dengan memperkuat keberadaan lembaga keuangan mikro di daerah sentra produksi.

"Berdasarkan hasil rakorwil d Batam lalu, kami sudah memetakan penguatan kerja sama dengan provinsi mana saja dan komoditas apa saja. Namun, hasilnya belum final, karena realisasi masih menunggu dinas terkait," tambah Mikael.

Lebih lanjut, Mikael mengatakan, agar pengendalian inflasi di setiap daerah lebih terjamin seharusnya TPID mendapatkan peran yang lebih besar, khususnya penambahan anggaran untuk melakukan intervensi pasar.

Pada Mei 2014, Sumut mengalami inflasi 0,43% atau meningkat dari April 2014 0,23%. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, pada bulan lalu, terjadi kenaikan harga wortel 80,03% dan tomat 60,44%.

Selain itu, harga beberapa komoditas strategis lain juga meningkat seperti cabe merah naik 26,95%, bawang merah 29,76% dann kangkung 21,94%.Tak hanya itu harga rokok putih meningkat 10,96%, dan kontrak rumah 0,95%.

Akibat kenaikan inflasi pada bulan lalu, laju kumulatif inflasi year-on-year (YoY) Sumut 7,06%. Dari empat kota survei IHK di Sumut, pada Mei 2014, Pematang Siantar mengalami inflasi tertinggi 1,61%. Kota ini bahkan menjadi kota dengan inflasi tertinggi di Indonesia.

Mikael memproyeksikan, pada Juni 2014, Sumut masih akan mengalami inflasi. Tak hanya kebutuhan bahan pangan, kelompok administered price seperti peningkatan harga tiket pesawat juga perlu diwaspadai. "Siklus tahunan, liburan, puasa, dan Lebaran akan memicu harga tiket pesawat naik," pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Inflasi

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup