BPS: Indeks Kebahagiaan Ukur Kinerja Pemerintah

Badan Pusat Statistik (BPS) mengklaim indeks kebahagiaan dapat mengukur capaian kinerja pembangunan pemerintah menjadi lebih valid, sekaligus menjadi pertimbangan pemerintah dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.
Ringkang Gumiwang | 02 Juni 2014 20:12 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mengklaim indeks kebahagiaan dapat mengukur capaian kinerja pembangunan pemerintah menjadi lebih valid, sekaligus menjadi pertimbangan pemerintah dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.

BPS menyebutkan indeks kebahagiaan warga Indonesia 2013 di level 65,11 pada skala 0-100. Nilai indeks 100 mencerminkan kondisi sangat bahagia. Sebaliknya, indeks 0 mencerminkan kondisi sangat tidak bahagia. Dengan demikian, indeks 65,11 tersebut mencerminkan kondisi cukup bahagia.

Kepala BPS Suryamin mengatakan kondisi dan perkembangan tingkat kesejahteraan masyarakat perlu dievaluasi menggunakan berbagai indikator. Menurutnya, indikator yang diperlukan bukan hanya berupa pengukuran secara objektif, tetapi juga pengukuran subjektif.

“Contoh indikator objektif itu seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, morbiditas, literasi, pengangguran, kriminalitas dan lain sebagainya. Tetapi, indikator objektif perlu juga divalidasi dengan indikator subjektif, seperti Indeks kebahagiaan ini,” ujarnya, Senin (2/6/2014).

Menurutnya, indeks kebahagian diperlukan sebagai bentuk konfirmasi masyarakat terhadap kinerja pembangunan selama ini. Adapun, BPS melakukan survei indeks kebahagiaan terhadap 10.000 responden warga Indonesia.

Dari jumlah responden tersebut, setidaknya terdapat 10 indikator kepuasan individu, a.l. pekerjaan, pendapatan rumah tangga, kondisi rumah dan aset, pendidikan, kesehatan, keharmonisan keluarga, hubungan sosial, ketersediaan waktu luang, kondisi lingkungan dan kondisi keamanan.

Sebelumnya, indeks kebahagiaan menurut Legatum Institute, sebuah lembaga analis dari London, menyebutkan Indonesia berada di peringkat 69 dari 142 negara. Peringkat tersebut di bawah Vietnam di nomor 62, Sri Lanka di nomor 60, Filipina nomor 66, dan Malaysia di level 40.

Sementara itu, World Happiness Report 2013 atau laporan kebahagiaan dunia yang dirilis Earth Institute menyebutkan Denmark, Norwegia, Swiss, Belanda, dan Swedia merupakan lima negara paling bahagia di dunia.

Sedikit berbeda dengan di atas, peringkat kebahagiaan 2013 yang dirilis Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), justru menyebutkan Australia menempati posisi puncak, disusul Swedia, Kanada, Norwegia, dan Swiss.

Tag : bps
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top