Holding BUMN Kebun & Hutan, PTPN Siapkan Karpet Merah

Setelah 12 tahun terbengkalai, pemerintah akhirnya resmi melebur 14 badan usaha milik negara (BUMN) perkebunan dan 6 BUMN kehutanan ke dalam 2 holding perusahaan.
Sukirno
Sukirno - Bisnis.com 02 Oktober 2014  |  19:44 WIB
Holding BUMN Kebun & Hutan, PTPN Siapkan Karpet Merah
Perkebunan teh milik PTPN - Bisnis

Bisnis.com, SURABAYA--Setelah 12 tahun terbengkalai, pemerintah akhirnya resmi melebur 14 badan usaha milik negara (BUMN) perkebunan dan 6 BUMN kehutanan ke dalam 2 holding perusahaan.

Bertepatan dengan Hari Batik Nasional pada Kamis pagi, 2 Oktober 2014, Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara XI (Persero) di Jalan Merak Surabaya tiba-tiba ramai.

Tenda bermotif merah putih berdiri megah di depan kantor berarsitektur Belanda yang telah dibangun sejak 1911 itu. Muda-mudi berpakaian ala kerajaan Majapahit sebagai simbol kejayaan Jawa Timur pada masanya.

Karpet merah digelar untuk menyambut tamu hingga memasuki tenda besar itu. Panggung megah disiapkan di dalam tenda disertai perjamuan yang cukup mewah.

Musik gamelan bergema tepat di depan kantor PTPN XI itu. Gunungan pewayangan tampak menjadi penghias di sejumlah sudut perusahaan pelat merah itu.

Hajatan yang disiapkan memang cukup mendadak. Tetapi, persiapan yang pendek itu tidak mengurangi kemeriahan acara yang digelar sebagai perayaan bergabungnya BUMN perkebunan dan kehutanan menjadi 2 holding.

Tamu istimewa yang hadir memang bukan sembarang orang. Menteri BUMN Dahlan Iskan memboyong seluruh deputi menteri BUMN. Jajaran direksi dari masing-masing BUMN perkebunan dan kehutanan juga tak luput dari barisan para tamu itu.

Sejak pukul 07.00 WIB, tamu istimewa itu telah berdatangan di kantor PTPN XI. Bahkan, Dahlan menyempatkan untuk menggelar rapat pimpinan sebelum prosesi yang telah disiapkan itu.

Biasanya, Dahlan menggelar Rapim di BUMN yang ada di Jakarta. Namun, kali ini cukup spesial, karena dia ingin menggelar Rapim terakhir sebelum dirinya lengser sebagai menteri digelar di Surabaya di dekat kediamannya.

"Hari ini Pada 2 Oktober 2014 tepat pada Hari Batik Nasional, saya luncurkan holding BUMN perkebunan dan kehutanan. Bismillahirrahmanirrahim," ungkapnya saat membuka hajatan.

Harapan terhadap kedua holding itu pun terucap. Dahlan ingin agar perusahaan pelat merah itu dapat go international dan bersaing dengan perusahaan bergengsi di dunia. 

Selama ini, peranan perusahaan perkebunan BUMN hanya sekitar 9% dari total hasil kebun nasional. Bahkan setiap tahun terus merosot.

Dengan pembentukan holding BUMN ini, pemerintah mengharapkan akan menjadikan perusahaan perkebunan dan kehutanan yang sangat besar dan dapat bersaing secara global.

Selain itu, holding BUMN perkebunan dan kehutanan dapat lebih efisien dibandingkan dengan perusahaan terpisah-pisah. Dengan begitu, laba perusahaan perkebunan dan kehutanan akan terus meningkat.

"Sehingga nanti perkebunannya BUMN bisa menyamai perkebunan swasta yang maju," jelasnya.

Terdapat 14 BUMN perkebunan yang dilebur menjadi satu dengan induk PT Perkebunan Nusantara III (Persero) dan 5 BUMN kehutanan yang akan dilebur menjadi Perum Perhutani.

BUMN perkebunan yang dilebur yakni PTPN I hingga PTPN XIV dan BUMN kehutanan yakni PT Inhutani I-V. Sebagian besar saham negara di BUMN perkebunan dan kehutanan lainnya yang akan menjadi anak perusahaan dialihkan menjadi penambahan penyertaan modal negara (PMN) pada PTPN III dan Perum Perhutani melalui inbreng saham pemerintah.

Pemerintah secara resmi telah mengalihkan saham dari anak-anak usaha kepada holding BUMN yang dibentuk itu. Kementerian Keuangan mengeluarkan surat keputusan Nomor 469/KMK.06/2014 tentang Penetapan Nilai Penambahan Penyertaan Modal Negara ke Dalam Modal Perusahaan Umum Negara (Perum) tanggal 1 Oktober 2014.

Pada BUMN kehutanan, pemerintah mengalihkan 100% saham kepada induk Perum Perhutani dengan modal disetor sebesar Rp1,181 triliun.

Dan, melalui Keputusan Menteri Keuangan Nomor 468/KMK.06/2014 tentang Penetapan Nilai Penambahan Penyertaan Modal Negara RI ke Dalam Modal Usaha Perusahaan Perseroan ke PTPN III Persero. Pemerintah resmi mengalihkan 90% saham miliknya kepada PTPN III dengan modal disetor Rp10,109 triliun.

Pembentukan holding BUMN perkebunan dan kehutanan merupakan bagian dari program perampingan jumlah BUMN atau right sizing yang dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan menciptakan perusahaan kebun dan hutan milik pemerintah berskala besar.

Kementerian BUMN dalam kajiannya menyebutkan pembentukan holding BUMN perkebunan dan kehutanan diproyeksikan mampu menaikkan laba bersih perusahaan pelat merah hingga 400%. Sedangkan apabila dioperasikan secara terpisah, laba bersihnya hanya tumbuh masing-masing tumbuh 3,5%/tahun.

Dahlan juga memastikan bahwa dua tahun setelah terbentuk, kinerja keuangan holding perkebunan dan kehutanan akan mampu menyamai kinerja perusahaan perkebunan swasta terbaik di Tanah Air yang rata-rata tumbuh 16%/tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
holding bumn

Editor : Ismail Fahmi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top