BI Akui Inflasi Desember Lampaui Prediksi Otoritas Moneter

Bank Indonesia (BI) mengaku inflasi Desember melampaui prediksi otoritas moneter, yakni 2,46% secara month to month dan 8,36% secara year on year.
Ardhanareswari AHP | 02 Januari 2015 20:23 WIB
Gubernur BI Agus Martowardojo. -
Bisnis.com, JAKARTA--Bank Indonesia (BI) mengaku inflasi Desember melampaui prediksi otoritas moneter, yakni 2,46% secara‎ month to month dan 8,36% secara year on year.
 
"Realisasi inflasi tersebut sedikit lebih tinggi dari perkiraan BI, terutama karena lebih tingginya inflasi kelompok volatile food akibat gejolak harga komoditas beras dan aneka cabai," tulis Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara dalam siaran pers, Jumat (2/1/2014).
 
Gubernur BI Agus Martowardojo menuturkan mulanya inflasi diprediksi 7,7%-8,1%. Namun, menilik gejala kenaikan harga-harga prediksi itu direvisi naik ke atas hingga 8,2%-8,4% sepanjang tahun ini.
 
‎Dalam rilisnya itu, BI mengatakan bahwa inflasi inti yang terjaga membuat inflasi secara keseluruhan tetap pada koridor. Inflasi inti terkendali pada 4,93% secara yoy di tengah meningkatkan inflasi dari sisi biaya akibat kenaikan harga komoditas yang diatur pemerintah dan gejolak harga pangan. 
 
Ke depan, BI memandang risiko tekanan inflasi masih cukup besar meskipun harga beberapa komoditas terutama energi cenderung menurun. "Dalam jangka pendek tekanan inflasi dari kelompok pangan diperkirakan masih cukup tinggi," ucap Tirta.
 
Hal ini terutama dipengaruhi oleh faktor cuaca yang kurang mendukung. Untuk tahun depan, BI masih meyakini bahwa inflasi terkendali dan dapat segera kembali sesuai dengan proyeksi 4±1% tahun depan.
Tag : bank indonesia, Inflasi
Editor : Setyardi Widodo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top