Harga BBM Ditinjau Tiap Bulan, Menko Sofyan Tak Khawatirkan Inflasi 2015

Pemerintah mengatakan penghapusan subsidi BBM premium dan penerapan harga keekonomian yang direview setiap bulan tidak akan membuat laju inflasi sepanjang 2015 berfluktuasi.
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 02 Januari 2015  |  20:29 WIB
Harga BBM Ditinjau Tiap Bulan, Menko Sofyan Tak Khawatirkan Inflasi 2015
Menko Perekonomian Sofyan Djalil. -

Bisnis.com, JAKARTA-- Pemerintah mengatakan penghapusan subsidi BBM premium dan penerapan harga keekonomian yang direview setiap bulan tidak akan membuat laju inflasi sepanjang 2015 berfluktuasi. 

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan laju inflasi pada 2015 akan lebih baik dibandingkan realisasi inflasi Januari-Desember 2014 yang mencapai 8,36%. Optimisme tersebut didorong oleh penurunan harga BBM premium dan solar, pengendalian harga beras melalui operasi pasar, dan antisipasi banjir. 

"BBM telah diturunkan, yaitu proses deflasi. Barang-barang yang harganya dikontrol pemerintah akan kita atur akan kita atur lebih detail," katanya di kantor Wapres, Jumat (2/1/2014). 

Menurut Sofyan, dihapuskannya subsidi untuk premium dan subsidi tetap Rp1.000/liter untuk solar akan membuat harga dua produk BBM itu berfluktuasi sesuai harga keekonomian. Adapun harga keekonomian BBM a.l. dipengaruhi oleh ICP, kurs, dan minyak mentah brent. 

BBM merupakan salah satu komoditas yang perubahan harganya berpengaruh terhadap laju inflasi pada kelompok harga yang diatur pemerintah. "Enggak [fluktuatif], masyarakat akan terbiasa. Kalau harga BBM naik-turun, masyarakat akan terbiasa ada inflasi, ada deflasi, akan lebih baik," tuturnya.  

Sofyan berharap inflasi tahun depan dapat melaju di level yang rendah, yakni 4,5% plus minus 1%. Dalam APBN 2015 asumsi inflasi dipatok 4,4% dengan outlook 4,7%. "Mudah-mudahan bisa mencapai inflasi rendah tahun depan. Tetapi harus kerja keras untuk itu," katanya.  

Sementara itu, Sofyan menuturkan penurunan harga BBM seharusnya diikuti dengan penurunan tarif angkutan dan barang/jasa.  "Harga barang-barang di masyarakat pun harusnya mengikuti, dan itu terikuti. Selama ini kan masalahnya respon pasar ini yang main dan perlu waktu. Anda akan lihat nanti  akan terjadi penyesuaian," pungkasnya. 

BACA JUGA:
Anjuran Hidup Sederhana 
Peluang Jadi Agen Bank 
Pajak Progresif & Pembatasan Kendaraan
Proyek e-KTP

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Inflasi, BBM

Editor : Setyardi Widodo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top