Inflasi Palembang Selama Desember Didorong Kenaikan Harga BBM

Penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium memberikan andil cukup tinggi bagi pergerakan inflasi Kota Palembang.
Dinda Wulandari | 02 Januari 2015 21:03 WIB
Penaikan harga BBM bersubsidi mendongkrak inflasi Desember 2014. -

Bisnis.com, PALEMBANG-- Penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium memberikan andil cukup tinggi bagi pergerakan inflasi Kota Palembang.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel mencatat pada Desember 2014, Palembang mengalami inflasi sebesar 2,75% atau lebih tinggi dibandingkan inflasi November 2014 yang mencapai 2,10%.

Kepala BPS Sumsel Bachdi Ruswana mengatakan selain premium, tarif angkutan dalam kota, cabai merah, tarif listrik, beras dan rokok juga ikut memberikan andil terhadap tingginya inflasi Palembang.

“Penaikan harga BBM November lalu baru terlihat dampaknya terhadap inflasi. Bahkan inflasi Desember jauh lebih tinggi dibandingkan inflasi November," katanya, Jumat (2/1/2015).

Sedangkan laju kumulatif awal tahun hingga tutup buku sama dengan laju inflasi (year on year) terhadap Desember 2013 sebesar 8,38% atau lebih tinggi dibandingkan dengan laju inflasi kumulatif tahun 2014 sampai dengan November 2014 sebesar 5,48%.

Berdasarkan 7 kelompok pengeluaran, kata dia, inflasi Kota Palembang juga disebabkan oleh meningkatnya indeks harga pada semua kelompok.

Dengan rincian untuk kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keungan naik sebesar 5,55%, kelompok bahan makanan sebesar 2,85%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 2,74%, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 2,03%.

Selanjutnya kelompok kesehatan 1,18%, kelompok sandang 0,76% dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,03%.

“Berdasar pemantauan terhadap 386 komoditas ada 150 komoditas mengalami kenaikan. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Palembang yakni premium 0,51%m tarif angkutan dalam kota 0,49%, cabai merah 0,27%, tarif listrik 0,19%, beras dan rokok 0,12%,”terangnya.

Dia melanjutkan sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi antara lain ikan mujair, daun bawang, ikan kembung, bawang merah, kangkung dan jeruk.

Tag : palembang, Inflasi, bps
Editor : Setyardi Widodo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top