Bank DKI Tetap Andalkan Sektor Kredit Tahun Ini

PT Bank Pembangunan Daerah Khusus Ibu Kota DKI Jakarta (Bank DKI) masih fokus pada bisnis utamanya di tahun 2015.
Annisa Sulistyo Rini | 02 Januari 2015 00:24 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--PT Bank Pembangunan Daerah Khusus Ibu Kota DKI Jakarta (Bank DKI) masih fokus pada bisnis utamanya di tahun 2015.

Direktur Operasional Bank DKI Martono Soeprapto mengatakan bisnis utama Bank DKI untuk tahun ini tetap pada kredit dan peningkatan fee based income. "Untuk kredit akan difokuskan pada sektor produktif, termasuk usaha kecil menengah (UKM) dan mikro. Fee based income juga akan kami tingkatkan," ucapnya kepada Bisnis.com, Kamis (1/1/2015).

Bank DKI menargetkan pertumbuhan kredit tahun ini bisa mencapai 20% hingga 22% secara year on year (yoy). Selain itu, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) ditargetkan naik sebesar 17% hingga 18%. Sedangkan laba Bank DKI pada tahun ini ditargetkan naik menjadi Rp1,2 triliun atau naik sebesar 20% dari target laba 2014 senilai Rp1 triliun.

Hingga September 2014, laba Bank DKI mencapai Rp665 miliar atau sebesar 66,5% dari target laba. Martono menyatakan pihaknya optimistis target-terget tersebut dapat dicapai. "Ini kami yakin bisa tercapai. Apalagi porsi kredit produktif kita juga semakin besar, mencapai 50%. Kondisi sekarang bunga naik, nanti kuartal kedua mulai turun sehingga tahun depan kredit bisa tumbuh 20%-22%," kata Martono.

Selain meningkatkan kredit pada sektor produktif dan fee based income, Bank DKI juga akan menambah jaringan kantor di Jakarta dan di luar Jakarta yang berupa cabang pembantu dan kantor kas kecil dan mikro sebanyak 50 hingga 60 cabang. "Produk baru ada seperti internet dan mobile banking. Transaksi non tunai juga akan lebih ditingkatkan sejalan dengan program less cash society," ujarnya.

Tag : bank dki
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top