Ekspansi Bisnis Non Organik, DKI Tunggu Suntikan Dana

PT Bank Pembangunan Daerah Khusus Ibu Kota DKI Jakarta (Bank DKI) masih menunggu keputusan berapa nilai penyertaan modal pemerintah (PMP) dari Pemerintah Provinsi DKI untuk menjalankan rencana pertumbuhan bisnis non organiknya.
Annisa Sulistyo Rini | 02 Januari 2015 01:42 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--PT Bank Pembangunan Daerah Khusus Ibu Kota DKI Jakarta (Bank DKI) masih menunggu keputusan berapa nilai penyertaan modal pemerintah (PMP) dari Pemerintah Provinsi DKI untuk menjalankan rencana pertumbuhan bisnis non organiknya.

Bank DKI merencanakan pembelian saham bank perkreditan rakyat, perusahaan pembiayaan, dan asuransi jiwa untuk pertumbuhan bisnis non organiknya.

Direktur Operasional Bank DKI Martono Soeprapto mengatakan saat ini pembahasan nilai suntikan modal yang akan diberikan ke perseroan masih berlangsung di badan anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI.

"Masih dibahas. Diperkirakan Bank DKI dapat Rp1,5 triliun seperti yang tertulis di kebijakan umum anggaran dan plafon prioritas anggaran sementara (KUAPPAS) 2015," ucapnya kepada Bisnis.com, Kamis (1/1/2015).

Rancangan APBD DKI 2015 sendiri ditargetkan dapat disahkan pada 8 Januari tahun ini. "Kalau RAPBD 2015 sudah disahkan dan nilai PMP sudah diketahui, kita akan masukkan rencana non organik di rencana bisnis bank (RBB) perubahan di bulan Juni," kata Martono.

Tag : bank dki
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top