PRESIDEN: Dana Pengembangan BUMN Tahun Ini Rp48 Triliun

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyatakan pemerintah menyiapkan dana pengembangan sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) di Tanah Air mencapai Rp48 triliun selama 2015.
Fatkhul Maskur | 10 Januari 2015 20:00 WIB
Presiden Joko Widodo. - Antara

Bisnis.com, SURABAYA - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyatakan pemerintah menyiapkan dana pengembangan sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) di Tanah Air mencapai Rp48 triliun selama 2015.

"Besaran tersebut terutama akan kami salurkan untuk BUMN yang memiliki bisnis di bidang infrastruktur, seperti PT Angkasa Pura di bisnis penerbangan, PT Pelabuhan Indonesia (Persero), dan PT KAI (Persero)," katanya seusai mengunjungi Terminal Penumpang Gapura Surya di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Sabtu (10/1/2015).

Menurut dia, alasan mengalokasikan dana untuk sejumlah BUMN di bidang infrastruktur karena hal tersebut sesuai dengan fokus pemerintah saat ini yakni mempercepat pembangunan dan pengembangan infrastruktur di penjuru Nusantara.

"Selain itu, kami tidak hanya menyuntikan dana kepada tiga BUMN tersebut tetapi juga perusahaan yang nama belakangnya ada Karya-nya. Hal itu kami lakukan sekaligus untuk pengembangan dan pembangunan jalan di Tanah Air," ujarnya.

Di samping itu, pemerintah juga siap menyalurkan dana pengembangan BUMN tersebut untuk sektor perbankan, pertanian, dan perkebunan. Akan tetapi, beberapa BUMN tersebut harus memenuhi sejumlah persyaratan yang ada.

"Misal, perusahaan itu dinilai memiliki manajemen yang baik, punya dampak positif terhadap masyarakat, dan mempunyai rencana pengembangan bisnis yang jelas," katanya.

Dengan upaya itu, mulai 2015 pemerintah berkomitmen tidak akan ada lagi BUMN atau perusahaan yang diperas oleh oknum tidak bertanggung jawab. Tetapi, mereka akan mendapatkan bantuan dana.

"Contoh dari besaran dana itu Pelindo III akan mendapatkan dana Rp5 triliun. Dari dana itu jika dikelola dengan baik maka pendapatan dan laba perusahaan bisa meningkat hingga 5-7 kali lipat," katanya.

DIPERCEPAT

Pada kesempatan sama, Menteri BUMN, Rini Soemarno mengemukakan pembangunan dan pengembangan infrastruktur pada 2015 memang akan dipercepat. Apalagi, pada bulan Desember mendatang sudah memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015.

"Untuk itu, dalam waktu dekat kami juga siap menjadikan Pelabuhan Merak-Bakauheni sebagai pelabuhan berstandar internasional. Kemudian, di Belawan juga demikian," katanya.

Di sisi lain, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, mengatakan, saat ini beberapa pemerintah daerah di Jatim juga sedang mengoptimalkan pembangunan pelabuhan kecil di wilayah kerjanya. Salah satunya di Paciran, Lamongan yang sudah beroperasi dua tahun terakhir.

"Melalui pelabuhan kecil itu kapal dengan bobot mencapai 5.000 DWT bisa bersandar. Bahkan, kini sudah mampu melayani penumpang dengan rute penyeberangan Surabaya-Banjarmasin," katanya.

Sumber : Antara

Tag : jokowi, bumn
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top