Asuransi Umum Masih Suka Tanam Duit di Deposito

Instrumen deposito masih menjadi primadona bagi perusahaan asuransi umum untuk meletakkan dana investasinya.
Wan Ulfa Nur Zuhra | 02 Februari 2015 15:57 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Instrumen deposito masih menjadi primadona bagi perusahaan asuransi umum untuk meletakkan dana investasinya.

Berdasarkan data regulator yang dikutip Bisnis.com, Senin (2/2/2015), dari total dana investasi industri asuransi umum pada 2014, lebih dari setengahnya terletak di instrumen deposito berjangka dan sertifikat deposito.

Sampai Desember 2014, total investasi asuransi umum senilai Rp59,9 triliun dan sebanyak Rp30,58 triliun ditempatkan pada deposito.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Julian Noor menyatakan, dipilihnya deposito agar dana yang diinvestasikan harus mudah dicairkan sewaktu-waktu . “Karena klaim bisa terjadi kapan saja,” ujarnya seperti dikutip Bisnis.com, Senin (2/2/2015).

Dia menyebutkan seluruh dana yang diinvestasikan oleh asuransi umum adalah premi yang diterima dari nasabah, jadi harus mencari instrumen yang masa investasinya pendek. Berbeda halnya dengan asuransi jiwa yang memiliki dana tabungan dan investasi.

Selain di deposito, industri asuransi umum juga menempatkan investasinya pada instrumen investasi lainnya seperti reksa dana, saham, obligasi, atau properti.

Hingga Desember tahun lalu, porsi kedua terbesar setelah deposito adalah reksa dana, yaitu senilai Rp8,62%.

Untuk instrumen obligasi, porsi obligasi korporasi lebih besar jika dibandingkan dengan surat utang yang diterbitkan negara. Nilai investasi pada obligasi korporasi mencapai Rp7,15 triliun. Sedangkan pada surat utang negara hanya Rp2,5 triliun.

Menurut Julian, pertimbangan dari perusahaan asuransi umum adalah jangka waktu investasi yang berbeda. “Yang masuk ke SUN harus yang investasinyalongterm,”ungkapnya.

Tak lama lagi, perusahaan asuransi umum akan mulai menjual produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi, seperti yang diamatkan dalam Undang-Undang Perasuransian yag baru.

Hal ini, menurut Julian kemungkinan akan sedikit mengubah porsi investasi industri asuransi umum. Dia memprediksi jumlah perusahaan asuranasi umum yang menjual unit link akan cukup signifikan karena produk dengan investasiitu banyak diminati masyarakat. 

Tag : asuransi, asuransi umum
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top