PENGUMUMAN BPS: Neraca Perdagangan Desember Diprediksi Surplus US$200 Juta

Neraca perdagangan Desember diprediksi surplus setelah defisit US$425,7 juta bulan sebelumnya akibat penurunan ekspor.
Sri Mas Sari | 02 Februari 2015 10:55 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Neraca perdagangan Desember diprediksi surplus setelah defisit US$425,7 juta bulan sebelumnya akibat penurunan ekspor.

Proyeksi median ekonom yang disurvei Bloomberg memperkirakan surplus perdagangan US$200 juta. Surplus itu tercipta sejalan dengan ekspor yang diprediksi masih turun 16% (year on year) yang terkompensasi oleh koreksi impor 9,31%.

"Impor terpangkas, baik migas maupun nonmigas," kata ekonom Mandiri Sekuritas, Aldian Taloputra dalam risetnya.

Dia melihat penurunan harga minyak 21% selama Desember akan mengurangi impor minyak. Pada saat yang sama, perlambatan aktivitas ekonomi memicu permintaan yang rendah akan impor barang modal.

Hari ini pukul 11.00 WIB Badan Pusat Statistik akan mengumumkan beberapa data ekonomi, termasuk kinerja perdagangan Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Neraca Perdagangan

Editor : Yusran Yunus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top