Neraca Perdagangan 2014 Defisit US$1,88 Miliar

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan neraca perdagangan Indonesia pada 2014 mengalami defisit US$1,88 miliar karena ekspor sebesar US$176,29 miliar sementara impor US$178,89 miliar.
Redaksi | 02 Februari 2015 14:50 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan neraca perdagangan Indonesia pada 2014 mengalami defisit US$1,88 miliar karena ekspor sebesar US$176,29 miliar sementara impor US$178,89 miliar.

"Neraca perdagangan periode Januari-Desember 2014 mengalami defisit sebesar 1,88 miliar dolar AS," kata Kepala BPS, Suryamin, Senin.

Suryamin mengatakan, defisit neraca perdagangan sepanjang tahun tersebut disebabkan tekanan neraca migas yang mengantongi defisit US$13,13 miliar sementara neraca nonmigas surplus US$11,24 miliar.

"Jika dibandingkan dengan tahun 2013 lalu yang mencapai 4,08 miliar dolar, defisit pada 2014 sudah mengalami penurunan," ujar Suryamin, tulis Antara.

Suryamin mengatakan, neraca perdagangan pada Desember mengalami surplus sebesar 190 juta dolar, karena tercatat neraca nonmigas mengantongi surplus sebesar 1,22 miliar dolaS sementara defisit neraca migas sebesar 1,04 miliar dolar.

Sementara jika dilihat dari sisi volume perdagangan, pada Desember 2014 neraca volume perdagangan mengalami surplus 32,38 juta ton, yang didorong oleh surplus neraca sektor nonmigas sebesar 33,35 juta ton sementara sektor migas defisit 0,97 juta ton.

Sementara untuk kinerja ekspor pada Desember 2014 mencapai 14,62 miliar dolar atau mengalami peningkatan sebesar 7,38 persen jika dibandingkan November 2014 yang sebesar 13,62 miliar dolar, namun menurun 13,83 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2013 lalu yang sebesar 16,97 miliar dolar.

Sementara impor Desember 2014, mencapai 14,43 miliar dolar atau naik 2,80 persen jika dibandingkan dengan November 2014 yang sebesar 14,04 miliar dolar, tetapi mengalami penurunan sebesar 6,61 persen jika dibanding Desember 2013 yang tercatat sebesar 15,46 miliar dolar .

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia periode Januari-Desember 2014 mencapai 176,29 miliar dolar AS, atau menurun sebesar 3,43 persen jika dibanding periode yang sama tahun 2013 lalu, dan ekspor nonmigas tercatat 145,96 miliar dolar AS atau turun 2,64 persen.

Untuk nilai kumulatif impor 2014, mencapai 178,18 miliar dolar AS atau mengalami penurunan sebesar 4,53 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2013. Nilai tersebut terdiri dari impor migas sebesar 43,46 miliar dolar AS yang turun 3,99 persen dan nonmigas sebesar 134,72 miliar dolar yang juga turun 4,70 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
defisit neraca perdagangan, kinerja ekspor

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top