SURVEI BI: Kegiatan Dunia Usaha di Bali Melambat

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali melakukan Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) kepada sekitar 100 perusahaan yang tersebar di wilayah kota/kabupaten di Provinsi Bali yang memperlihatkan kegiatan usaha di Bali pada triwulan IV 2014 masih tumbuh melambat dibandingkan triwulan sebelumnya.
Natalia Indah Kartikaningrum | 02 Februari 2015 15:02 WIB

Bisnis.com, DENPASAR--Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali melakukan Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) kepada sekitar 100 perusahaan yang tersebar di wilayah kota/kabupaten di Provinsi Bali yang memperlihatkan kegiatan usaha di Bali pada triwulan IV 2014 masih tumbuh melambat dibandingkan triwulan sebelumnya.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Dewi Setyowati menjelaskan melambatnya kegiatan usaha tercermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) sebesar 3,32%, yang lebih rendah dari triwulan sebelumnya yaitu 22,41%. Pencapaian ini cukup jauh dari yang diekspektasikan yakni 20,56%.

"Perlambatan kegiatan usaha ini yang utama terjadi pada sektor pariwisata, hotel dan restoran (PHR) yang sebesar 13,52 poin yaitu dari SBT 8,08% di triwulan III 2014 menjadi -5,44% di triwulan IV 2014," ungkapnya melalui rilis yang diterima Bisnis.com, Senin (2/2/2015).

Dewi menambahkan, selain sektor PHR, sektor pertanian dan sektor pengangkutan serta komunikasi juga merupakan sektor yang juga mengalami perlambatan masing-masing sebesar 10,12 poin menjadi -1,10% dan 1,41 poin menjadi -2,08%.

Penurunan kegiatan dunia usaha di sektor PHR bersumber dari penurunan volume penjualan kamar hotel. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan permintaan luar negeri serta persaingan usaha yang semakin meningkat.

"Maraknya pembangunan hotel-hotel di Bali sekarang ini juga menyebabkan banyak hotel yang menurunkan tarif sewa. Peningkatan biaya energi pada hotel karena kenaikan harga BBM dan TTL juga menjadi tantangan bagi kinerja sektor perhotelan di Bali," ujarnya.

Sementara itu, penurunan kegiatan usaha di sektor pertanian diakibatkan oleh gagal panen karena kondisi cuaca yang tidak mendukung. Permintaan yang meningkat pada triwulan IV 2014 dan pasokan yang terbatas berakibat pada kenaikan harga jual.

Untuk mencegah hal ini pemerintah daerah bersama TPID Provinsi dan Kabupaten/Kota akan terus memperhatikan kelancaran distribusi pasokan untuk mengurangi tekanan harga.

Setelah terjadinya perlambatan dunia usaha pada triwulan IV 2014, kegiatan usaha pada triwulan I 2015 diperkirakan meningkat yang tercermin dari SBT kegiatan usaha sebesar 22,37%. Peningkatan kegiatan dunia usaha terutama didorong oleh ekspansi pada sektor pertanian, peternakan, kehutanan & perikanan dengan SBT 11,86% serta jasa-jasa dengan SBT 6,15%.

"Tentunya kami optimis membaiknya kegiatan dunia usaha sejalan dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi Bali tahun 2015 yang masih akan tumbuh pada kisaran 6,0-6,5%," tukasnya.

Tag : survei bi
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top