HARGA BBM: Naik Rp200/L, Jokowi Tanya Alasannya

Presiden Joko Widodo menanyakan penyebab dan dampak dari penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium yang mulai diberlakukan awal Maret tahun ini.
Lili Sunardi | 02 Maret 2015 13:34 WIB
BBM kembali naik Rp200/liter. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA— Presiden Joko Widodo menanyakan penyebab dan dampak dari penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium yang mulai diberlakukan awal Maret tahun ini.

Sudirman Said, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanyakan secara langsung penaikan harga BBM jenis premium dan solar yang disebabkan perkembangan harga minyak di pasar global. Pasalnya, pemerintah sedang berupaya membiasakan masyarakat untuk membeli BBM sesuai harga pasar.

“Beliau [Presiden Jokowi] memahami kalau premium harus naik Rp200 per liter, dan solar untuk sementara kami tahan dulu,” katanya di Komolek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/2015).

Sudirman menuturkan penahanan harga solar dilakukan untuk mengurangi beban masyarakat terhadap dampak penaikan harganya. Selama ini, Solar banyak digunakan sebagai bahan bakar kendaraan angkutan, sehingga dapat mempengaruhi harga barang dan jasa di pasar.

Menurutnya, pemerintah juga telah Meminta PT Pertamina (Persero) untuk mengelola tata usaha keuntungan dan kerugian dari harga Premium dan Solar yang berubah-ubah mengikuti harga minyak dunia. Untuk itu, perseroan harus melakukan pembukuan keuangan secara detil, agar dapat dipertanggungjawabkan.

“Accounting-nya harus baik dan dilaporkan secara berkala kepada pemerintah. Pembukuan Pertamina kan menggunakan subject to audit, sehingga tidak ada masalah,” ujarnya.

Sudirman juga menyebutkan penaikan harga premium kali ini memberikan keuntungan sekitar Rp100 per liter kepada Pertamina sebagai penyalur utama BBM jenis itu. Dana tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk ekspansi, maupun pembangunan infrastruktur penyimpanan cadangan strategis.

 

Tag : BBM
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top