Beras Melambung, Februari Malah Deflasi, Ini Penjelasan BPS

Kendati harga beras melesat tinggi, Badan Pusat Statistik mencatat deflasi pada Februari.n
Sri Mas Sari | 02 Maret 2015 15:54 WIB
Presiden Joko Widodo melakukan inspeksi mendadak di Pasar Pagi Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (28/2/2015). - JIBI/Akhirul Anwar
Bisnis.com, JAKARTA - Kendati harga beras melesat tinggi, Badan Pusat Statistik mencatat deflasi pada Februari.
 
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo mengatakan lonjakan harga beras hanya terjadi di Jawa dan sebagian kawasan timur Indonesia, seperti Sulawesi. 
 
Adapun Sumatra, kecuali Lampung, sudah mulai masuk musim panen sehingga harga beras di wilayah itu pun turun. Demikian pula dengan sebagian Kalimantan. 
 
"Begitu kami gabungkan, yang naik-naik ini teredam dengan yang turun-turun. Yang kami sampaikan kan angka rata-rata (nasional)," kata Sasminto, Senin (2/3/2015).
 
BPS mencatat harga beras naik 2,88% selama Februari dengan andil 0,11% terhadap inflasi.
 
Meskipun demikian, kenaikan harga komoditas penyumbang terbesar inflasi itu teredam oleh penurunan harga bahan pangan lain, bensin, dan tarif angkutan. 

 

Tag : Harga Beras, deflasi februari
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top