Jelang Rapat Komite, Sikap Petinggi The Fed Terbelah

Sikap mayoritas jajaran petinggi Federal Reserve yang menginginkan kenaikan suku bunga pada medio 2015 hingga kini belum mendapat dukungan dari Gubernur Janet Yellen.
Ardhanareswari AHP | 02 Maret 2015 20:51 WIB
/Reuters

Bisnis.com, WASHINGTON—Sikap mayoritas jajaran petinggi Federal Reserve yang menginginkan kenaikan suku bunga pada medio 2015 hingga kini belum mendapat dukungan dari Gubernur Janet Yellen.

Paling tidak tujuh dari anggota Federal Reserve System, termasuk 12 Gubernur the Fed regional, telah memilih momentum pengetatan moneter agar dimulai Juni tahun ini atau paling tidak mendorong kenaikan Fed funds rate dalam jangka waktu dekat seiring dengan pertumbuhan gaji dan inflasi.

Di sisi lain, hanya empat anggota yang mengatakan bahwa kenaikan suku bunga acuan tak memungkin naik sebelum 2016. Sementara itu, lima Dewan Gubernur the Fed, termasuk Yellen, enggan memberi sinyal pasti terkait arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Hanya Jerome Powell yang secara gamblang mensinyalkan kenaikan suku bunga sudah dekat.

Sebagai informasi, Federal Reserve System terdiri atas tujuh anggota Dewan Gubernur the Fed (Federal Reserve Board) yang berkedudukan di Washington D.C dan 12 Gubernur the Fed regional yang ditempatkan di kota-kota besar di seantero AS.

Sementara itu, Fed Open Market Committee (FOMC) terdiri atas 12 anggota, yakni tujuh dewan gubernur dan lima dewan gubernur the Fed regional yang digilir secara berkala, kecuali Gubernur the Fed New York yang selalu masuk ke dalam komite. Anggota FOMC memiliki hak pilih untuk menentukan arah kebijakan moneter Negeri Paman Sam.

Menurut mantan Direktur Riset the Fed David Stockton, dalam pertemuan FOMC berikutnya pada 17-18 Maret paling tidak the Fed akan menghapus pendekatan ‘bersabar’ dalam menentukan momentum kenaikan suku bunga.

“Walaupun Yellen bisa saja tak sepemahaman, bersiaplah pada perubahan suku bunga, sepertinya sentimen prokenaikan makin besar,” kata Stockton yang kini bekerja di Peterson Institute for International Economics, seperti dikutip dari Reuters, Senin (2/3/2015).

Penggunaan pendekatan ‘bersabar’ mensinyalkan the Fed akan menunda kenaikan suku bunga setidaknya dalam dua pertemuan FOMC berikutnya. Dengan demikian jika the Fed ternyata tetap mengambil sikap bersabar maka kenaikan berpotensi dimulai September, mengingat jadwal pertemuan FOMC setelah Maret adalah April, Juni, kemudian September.

Lebih lanjut Stockton menilai kenaikan suku bunga lebih condong dimulai pada September 2015. Kendati begitu, spekulasinya tersebut bisa saja dipercepat menjadi Juni jika data perekonomian terkait pertumbuhan gaji dan inflasi sanggup meyakinkan the Fed.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kebijakan The Fed, fmoc

Sumber : reuters

Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top