Industri Pembiayaan: Pinjaman Multifinance Turun Tipis

Industri pembiayaan atau multifinance mencatatkan penurunan jumlah pinjaman sebesar 0,9% pada Januari tahun ini dibandingkan dengan Desember tahun lalu.
Wan Ulfa Nur Zuhra | 17 Maret 2015 11:20 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA—Industri pembiayaan atau multifinance mencatatkan penurunan jumlah pinjaman sebesar 0,9% pada Januari tahun ini dibandingkan dengan Desember tahun lalu.

Berdasarkan data Bank Indonesia yang dikutip pada Selasa (17/3), industri pembiayaan mencatatkan total pinjaman senilai Rp252,57 triliun. Sedangkan pada Desember tahun lalu, total pinjaman multifnance berada di angka Rp255,06 triliun.

Penurunan total pinjaman tersebut juga seiring dengan penurunan gearing ratio industri pembiayaan. Gearing ratio adalah jumlah pinjaman dibandingkan modal sendiri perusahaan.

Berdasarkan PMK No.84/2006 tentang Perusahaan Pembiayaan, gearing ratio dibatasi maksimal 10 kali pada saat ini.

Sebagai ilustrasi, perusahaan bermodal Rp100 miliar dapat memperoleh pinjaman atau utang sebagai sumber pendanaan untuk menyalurkan pembiayaannya maksimal sebesar 10 kali dari modal yaitu Rp1 triliun.

Otoritas Jasa Keuangan merilis data bahwa hingga Februari tahun ini gearing ratio perusahaan pembiayaan tercatat 3,54 kali jauh di bawah ketentuan maksimum 10 kali.

Angka tersebut mengalami sedikit penurunan dibandingkan posisi gearing ratio pada Juni tahun lalu yang sempat mencapai 3,7 kali. 

Lucky F.A. Hadibrata, Deputi Komisioner Manajemen Strategis IB Otoritas Jasa Keuangan mengatakan eksposur utang valas perusahaan pembiayaan per Januari 2015 meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, yang turut dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar Rupiah.

“Namun, perusahaan pembiayaan umumnya telah melakukan hedging ataupun natural hedging,” ungkapnya. 

Tag : multifinance
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top