Bensin, Beras, dan Bawang Merah Sumbang Inflasi DKI

Harga-harga barang di DKI Jakarta pada Maret 2015 mengalami inflasi 0,19%. Laju inflasi Tahun 2015 mencapai 0,02% dan laju inflasi tahun ke tahun DKI Jakarta 7,10%.
Feni Freycinetia Fitriani | 02 April 2015 00:00 WIB
Sepanjanv Maret 2015, dari 82 kota yang diteliti 54 kota mengalami inflasi. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Harga-harga barang di DKI Jakarta pada Maret 2015 mengalami inflasi 0,19%. Laju inflasi Tahun 2015 mencapai 0,02% dan laju inflasi tahun ke tahun DKI Jakarta 7,10%.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi yang terjadi pada bulan Maret disebabkan naiknya harga-harga pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau.

Lima kelompok pengeluaran mengalami kenaikan indeks/inflasi yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 1,06%; kelompok kesehatan 0,58%; kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,19%; kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,07%; dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,05%.

Sementara itu, dua kelompok pengeluaran lainnya mengalami penurunan indeks/deflasi yaitu kelompok sandang 0,35%; dan kelompok bahan makanan 0,14%

Lebih lanjut, komoditas yang memberikan sumbangan inflasi cukup besar, antara lain bensin (0,1418%); beras (0,1048%); bawang merah (0,0877%); rokok kretek filter (0,0336%); nasi dengan lauk (0,0235%); ketupat/lontong sayur (0,0221%); dan upah pembantu RT (0,0187%).

Sepanjanv Maret 2015, dari 82 kota yang diteliti 54 kota mengalami inflasi. Kota yang mengalami inflasi tertinggi adalah kota Manokwari 0,84% dan kota yang mengalami inflasi terendah adalah kota Padang dan Cilacap 0,01%. Kota Jakarta menempati urutan 37 dari seluruh kota yang mengalami inflasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
inflasi dki

Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top