POSISI DEVISA NETO: Relaksasi Aturan BI Permudah Kelola Devisa Harian

Sekelompok bankir memprediksikan relaksasi peraturan Bank Indonesia terkait pengelolaan posisi devisa neto bakal mempermudah pengelolaan devisa harian.
Novita Sari Simamora | 02 Juni 2015 22:50 WIB
Bank Indonesia - Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA -- Sekelompok bankir memprediksikan relaksasi peraturan Bank Indonesia terkait pengelolaan posisi devisa neto bakal mempermudah pengelolaan devisa harian.

Adapun perubahan atas PBI No.5/13/PBI/2003 adalah tentang penghapusan kewajiban bank untuk menjaga Posisi Devisa Neto (PDN) setiap 30 menit. Atas perubahan tersebut, maka rasio PDN ditetapkan hanya setiap akhir hari.

Sekretaris Jenderal Indonesia Foreign Exchange Market Committee (IFEMC) A. Bimo Notowidigdo mengatakan penghapusan kewajiban memelihara PDN maksimal 20% setiap 30 menit bakal semakin mempermudah industri perbankan untuk mengelola posisi transaksi forex.

Presiden Direktur PT Bank OCBC NISP Tbk Surjaudaja mengungkapkan perubahan aturan yang dilakukan Bank Indonesia terhadap posisi devisa neto tidak bakal mempengaruhi aktivitas perseroan, sebab limit PDN yang dimiliki telah mencapai 20% dari modal. Menurutnya, posisi tersebut tergolong cukup untuk memenuhi kebutuhan nasabah, terlepas dari ada atau tidak batas ada batasan intraday PDN yang dimonitor setiap 30 menit.

"Perubahan peraturan PDN tidak berpengaruh terhadap aktivitas kami," ungkap Parwati, Selasa (2/6/2015).

BI menyatakan dengan dihapuskannya pengelolaan PDN tiap 30 menit, maka bank diharapkan memiliki fleksibilitas dalam mengelola risiko nilai tukar dan tetap berhati-hati serta menerapkan manajemen risiko. Namun, kewajiban memelihara rasio PDN pada akhir hari tetap berlaku.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top