BI Dorong Bank Devisa Aktif Dalam Transaksi Derivatif

Bank Indonesia akan melakukan sosialisasi terhadap bank-bank devisa untuk mendorong agar siap untuk melayani transaksi derivatif.
Annisa Sulistyo Rini | 02 Juni 2015 23:47 WIB
Bank Indonesia - Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--Bank Indonesia akan melakukan sosialisasi terhadap bank-bank devisa untuk mendorong agar siap untuk melayani transaksi derivatif.

Direktur Task Force Program Pendalaman Pasar Keuangan BI Nanang Hendarsah mengatakan transaksi lindung nilai diprediksi akan meningkat pada kuartal akhir tahun ini dengan adanya aturan BI yang akan memberikan sanksi kepada perusahaan yang memiliki kewajiban dalam bentuk valas namun tidak melakukan hedging.

"Saat ini dari 70 bank devisa di Tanah Air baru sekitar 25 bank yang aktif melakukan transaksi hedging. 25 bank ini mewakili 70% dari pasar domestik," ujarnya di Jakarta baru-baru ini.

Untuk meningkatkan kemampuan bank-bank dalam menyerap permintaan hedging, Bank Sentral melakukan sosialisasi terkait credit line untuk transaksi derivatif.

"Kami akan mengedukasi bank-bank yang belum terlibat terkait perhitungan credit line transaksi derivatif dalam waktu dekat. Credit line untuk transaksi derivatif berbeda dengan kredit biasa," kata Nanang.

Nanang menjelaskan untuk mendorong bank-bank devisa untuk aktif dalam hedging tidaklah mudah karena memerlukan sumber daya manusia yang mumpuni serta sistem akuntasi yang baik.

Terlebih terdapat beberapa bank devisa kecil yang merupakan bank daerah dan belum memiliki SDM dengan kualitas setara dengan bank-bank besar yang berpusat di Jakarta.

"SDM dan sistem akuntansinya juga harus bagus untuk hedging karena tetap ada risikonya," tutur Nanang.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top