RAPBN 2016: Asumsi Kurs Rp13.400/US$, BI Menilai Realistis

Bank Indonesia menyatakan asumsi nilai tukar rupiah yang dibuat pemerintah dalam rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016 senilai Rp13.400 per dolar Amerika Serikat dianggap sudah realistis.
Yanita Petriella | 14 Agustus 2015 19:33 WIB
Pergerakan nilai tukar rupiah dan indeks harga saham gabungan sejak awal 2015. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia menyatakan asumsi nilai tukar rupiah yang dibuat pemerintah dalam rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016 senilai Rp13.400 per dolar Amerika Serikat dianggap sudah realistis.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan saat ini angka nilai tukar rupiah sudah berada di bawah fundamentalnya atau undervalue.

"Itu angka rerata untuk buat budget. Kalau ditanya realistis? Menurut saya itu masih realistis ya, bagi kami saat ini rupiah undervalue tapi fundamental ekonomi kita membaik," ujarnya di Gedung BI, Jumat (14/8/2015).

Saat ini, lanjutnya, ekonomi Indonesia membaik dengan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) kuartal II/2015 tercatat senilai US$4,5 miliar atau 2,1% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Inflasi nasional pun terkendali dengan tingkat inflasi tahun kalender yakni Januari hingga Juli 2015 sebesar 1,90% dan tingkat inflasi tahun ke tahun yakni Juli 2015 terhadap Juli 2014 sebesar 7,26%.

Pihaknya pun masih tetap optimistis hingga akhir 2015 dapat mencapai target inflasi sebesar 4 plus minus 1%.

"Itu kondisi makro fundamental ekonomi yang membaik, memang pertumbuhan ekonomi melambat tetapi yg lain juga melambat enggak hanya Indonesia," katanya.

Oleh karena itu, sambungnya, nilai tukar rupiah yang dipatok Rp13.400 per dolar AS dalam RAPBN 2016 ini dianggap realistis.

Hal itu juga dikarenakan adanya gejolak mata uang dolar ini terjadi saat Amerika sudah menaikkan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika atau Fed Fund Rate pada akhir tahun ini

"Gejolak ini seharusnya mulai mereda saat kenaikan suku bunga AS. Stimulus moneter yang dilakukan Tiongkok 2016 akan mulai terasa dampaknya di semester kedua dibandingkan semester I karena ada jeda stimulus dengan pertumbuhan ekonomi," tutur Mirza.

Dalam RAPBN 2016, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dipatok Rp13.400, melesat jauh dibandingkan pada APBNP 2015 Rp12.500. Asumsi nilai tukar rupiah ini berada batas atas dalam kesepakatan indikatif antara Rp13.000-Rp13.400 per dolar AS.

Tag : Rupiah, asumsi makro
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top