Jokowi: Ekonomi Kita Lebih Baik Daripada Krisis 1998 & 2008

Presiden Joko Widodo menegaskan kondisi ekonomi Indonesia jauh lebih baik dibandingkan periode krisis 1998 maupun 2008.
Ana Noviani | 02 September 2015 12:42 WIB
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menegaskan kondisi ekonomi Indonesia jauh lebih baik dibandingkan periode krisis 1998 maupun 2008. 

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi dalam pembukaan sidang kabinet paripurna yang dihadiri oleh jajaran menteri Kabinet Kerja di Kantor Presiden, Rabu (2/9/2015). 

"Kondisi ekonomi kita saat ini ‎kalau dibandingkan dengan 1998 maupun 2008, dari angka-angka yang saya peroleh dikatakan jauh lebih baik," kata Jokowi.

Jokowi mengunkapkan beberapa indikator ekonomi yang mengindikasikan kondisi yang lebih baik, antara lain rasio kecukupan modal perbankan, nilai cadangan devisa, dan rasio utang luar negeri Indonesia.

Saat ini, lanjutnya, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perbankan Indonesia di atas 20%. Kondisi tersebut, dinilai sangat bagus dibandingkan dengan negara lain. Bbahkan termasuk yang terbaik di Asia.

Sementara itu, cadangan devisa Indonesia sampai hari ini masih US$107 miliar dan cukup untuk membiayai tujuh setengah bulan impor. 

Ketiga, rasio utang luar negeri Indonesia sebesar 34%. Rasio tersebut jauh lebih rendah dari rasio pada 1998, yaitu di atas 120%. 

"Kondisi-kondisi seperti ini jangan justru membuat kita tidak hati-hati. Kita harus hati-hati, jaga-jaga, waspada dan semua jurus harus dikeluarkan," tegasnya. 

Seperti yang diungkapkan dalam rapat kabinet sebelumnya, Presiden Jokowi kembali menekankan perlunya deregulasi besar-besaran dan pembuatan regulasi yang baru untuk memberikan iklim yang baik pada ekonomi nasional dalam waktu yang secepat-cepatnya.

Tag : krisis ekonomi
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top