Ini Jurus 4-I dari IMF untuk Hadapi Gejolak Ekonomi Global

International Monetary Fund (IMF) merumuskan empat "I" yang bisa menjadi pegangan sebuah negara untuk menghadapai gejolak ekonomi global.
Yanita Petriella | 02 September 2015 17:41 WIB
Managing Director IMF Christine Lagarde - telegraph.co.uk
Bisnis.com, JAKARTA - International Monetary Fund (IMF) merumuskan empat "I" yang bisa menjadi pegangan sebuah negara untuk menghadapai gejolak ekonomi global.
 
Managing Directors IMF Christine Lagarde mengatakan keempat "I" tersebut seharusnya melatarbelakangi upaya pemerintah untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi suatu negara.
 
"Keempat "I" tersebut yakniinnovation, integration, infrastructure, dan inclusion ini" ujarnya dalam konferensi internasional The Future of Asias Finance di Gedung BI, Rabu (2/9/2015).
 
Pada "I" yang pertama yakni inilai tambah produk yang lebih tinggi dan prosesnya pun harus lebih efisien."Inovasi perlu untuk menjaga momentum pertumbuhan Asia di masa depan. Bersama kita bisa menghadirkan solusi untuk pertumbuhan ekonomi global," ucapnya.
 
Yang kedua yakni integrasi. Seiring dengan meningkatkan aktivitas perdagangan antarnegara, integrasi keuangan menjadi kunci penting terciptanya pasar modal yang lebih besar dan liquid sehingga bisa mengurangi biaya modal.
 
Terlebih lagi, lanjut Lagarde, di kawasan Asia memiliki kerja sama perdagangan yang luas, termasuk Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan diberlakukan hingga akhir tahun ini.
 
I berikutnya adalah memperhatikan tingkat inklusi keuangan.Pasalnya, hampir 350 juta penduduk di kawasan Asia berada di bawah garis kemiskinan dan tidak memiliki akses layanan keuangan.Dia menilai ketimpangan layanan keuangan ini nantinya bisa menghambat pencapaian kesuksesan Asia nantinya. "
 
Hal Ini secara langsung meningkatkan taraf hidup dan mengurangi kemiskinan. Inklusi keuangan merupakan sejumlah layanan dan kesempatan yang tercipta di mana ada ketimpangan. Ketimpangan di pendapatan, gender, pendidikan, dan kesehatan," tutur Lagarde.
Tag : imf
Editor : Bastanul Siregar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top