BRI Manado Prioritaskan Tiga Sektor

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Wilayah Manado memprioritaskan penyaluran kredit usaha rakyat ke tiga sektor utama yakni pertanian, perikanan, dan perdagangan.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 02 September 2015  |  17:33 WIB
BRI Manado Prioritaskan Tiga Sektor
Gedung Bank Rakyat Indonesia - Ilustrasi

Bisnis.com, MANADO--PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Wilayah Manado memprioritaskan penyaluran kredit usaha rakyat ke tiga sektor utama yakni pertanian, perikanan, dan perdagangan.

Menurut Pemimpin Wilayah BRI Manado Yoshua Hutapea, ketiga sektor tersebut merupakan penopang utama pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Utara. Khusus perikanan dan pertanian, nilai kreditnya tidak sebesar sektor perdagangan.

“Sektor pengolahan dari pertanian dan perikanan juga kami prioritaskan. Tetapi, berdasarkan catatan yang ada, proporsi kredit memang masih dodiminasi oleh perdagangan,” katanya melalui pesan singkat, Rabu (2/9).

Per 1 September 2015, BRI telah menyalurkan KUR senilai Rp19 miliar dengan total 2.858 debitur. Hingga empat bulan ke depan, BRI menganggarkan plafon KUR sekitar Rp680 miliar.

Dari jumlah tersebut, Rp530 miliar ditujukan untuk segmen mikro, dan sisanya disalurkan bagi pengusaha ritel. Plafon mikro disediakan Rp25 juta sedangkan plafon untuk pengusaha ritel Rp500 juta.

Meski waktu yang digunakan untuk penyaluran KUR cukup pendek, Yoshua optimistis plafon KUR yang direncanakan dapat disalurkan sesuai dengan target yang ditetapkan sebelumnya.

“Kami akan lebih dulu memanfaatkan database yang disiapkan para mantri [credit officer] BRI. Selain itu, kami juga mulai menjajaki usaha binaan para mitra BRI,” jelasnya.

Dalam menyalurkan KUR, pihaknya tetap memegang teguh prinsip prudential banking karena KUR adalah pinjaman bukannya bantuan atau tanggung jawab sosial. Untuk itu, BRI akan terus melakukan sosialisasi dan evaluasi untuk mencegah kenaikan kredit bermasalah di program KUR.

“Intinya, ini [KUR] pendekatannya adalah komersial dan individual sehingga harus dikembalikan dengan angsuran sesuai dengan perjanjian yang disepakati antara kedua belah pihak,” katanya.

Seperti diketahui, skema penyaluran KUR kali ini berbeda dengan sistem sebelumnya. Tahun ini, pemerintah mengucurkan Rp1 triliun untuk subsidi bunga. Subsidi yang disuntik pemerintah membuat tingkat bunga KUR turun menjadi 12% dari sebelumnya 22%.

Secara nasional, BRI tetap menjadi bank pelaksana dengan alokasi penyaluran kredit terbesar. Jika dirinci, BRI mendapat jatah untuk menyalurkan KUR sebesar Rp20 triliun atau 66,66% dari total plafon KUR sebesar Rp30 triliun.

Selain BRI, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan enam bank pembangunan daerah (BPD) juga ditunjuk sebagai bank pelaksana KUR.

Dari sisi penyaluran KUR, pemerintah jugamengarahkan bank pelaksana untuk fokus ke sektor-sektor produktif, dari hulu hingga hilir. Adapun, sektor dan subsektor yang diprioritaskan oleh pemerintah mencapai 32 bidang usaha.

 

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bri

Editor : Bastanul Siregar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top