Bank Mandiri Kaji Buyback Saham Untuk Bonus Karyawan

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tengah mengkaji aksi pembelian kembali saham milik perseroan. Rencananya, pembelian saham kembali tersebut bukan untuk perusahaan tetapi diberikan sebagai bonus kepada karyawan.
Yanita Petriella | 02 September 2015 17:57 WIB
Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Mandiri Tbk tengah mengkaji aksi pembelian kembali saham milik perseroan.
 
Rencananya, pembelian saham kembali tersebut bukan untuk perusahaan tetapi diberikan sebagai bonus kepada karyawan.
 
Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengatakan aksi pembelian kembali saham atau buy back perusahaan ini akan menjadi bonus bagi karyawan.
 
"Jadi kalau kita buy back ke perusahaan, kita bisa kena pajak 5%. Kita punya 40% public sharesnya," ujarnya di Gedung BI, Rabu (2/9/2015).
 
Rencana pembelian saham yang akan dijadikan sebagai bonus karyawan ini, menurutnya, sudah sesuai dengan arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
 
"Itu juga kan arahan OJK, supaya bonusnya jangan cash lah. Bonusnya bisa lebih baik stock supaya lebih liquid, karyawan juga bisa merasa lebih memiliki dan jangka panjang sifatnya," kata Budi.
 
Saat ini, pihaknya masih mengkaji besaran anggaran yang akan dikeluarkan perseroan untuk mengeksekusi rencana buyback tersebut.
 
"Kita sedang itung, karena harga kan sedang murah, bagus juga kan buat bonusnya. Itu searah dgn keinginan OJK dan BI, supaya namanya insentif atau bonus di sistem keuangan lebih sifatnya jangka panjang. Bisa puluhan miliar amount," tutur Budi.
 
Seperti diketahui, OJK telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) OJK Nomor 22/SEOJK.04/2015 terkait pelaksanaan pembelian kembali saham yang dikeluarkan oleh emiten atau perusahaan publik.
 
Dalam SE tersebut, OJK mengizinkan pembelian kembali saham maksimal sebanyak 20% dari modal disetor tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
 
Aksi tersebut diperbolehkan dengan ketentuan paling sedikit saham yang beredar adalah 7,5% dari modal disetor.
Tag : bank mandiri
Editor : Bastanul Siregar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top