The Fed Batal Naik, Investor Profit Taking

Minimnya sentimen positif dari dalam negeri dan ketidakpastian gejolak ekonomi di global setelah The Fed memutuskan untuk menunda kenaikan suku bunga, membuat investor melakukan profit taking pada akhir pekan ini.
Fatia Qanitat | 19 September 2015 07:03 WIB
the Federal Reserve di Washington D.C. - Ilustrasi/en.wikipedia.org

Bisnis.com, JAKARTA-- Minimnya sentimen positif dari dalam negeri dan ketidakpastian gejolak ekonomi di global setelah The Fed memutuskan untuk menunda kenaikan suku bunga, membuat investor melakukan profit taking pada akhir pekan ini.

Kemarin, Jumat (19/9/2015), indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak cukup bergairah hingga awal sesi 2, namun ditutup naik tipis +1.93 poin sebesar +0.04% dilevel 4380.32. Pelemahan sektor aneka industri menjadi penekan IHSG pada akhir sesi.
 
Analis Reliance Securites Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal IHSG kembali terkonsolidasi pada formasi wedges chart pattern dan tidak mampu break out resistance MA25.

"Pergerakan IHSG menurut indikator Stochastic masih cenderung ke arah negetif dengan momentum yang tidak begitu bergairah di area dekat oversold," ungkapnya dalam keterangan resmi, Sabtu (19/9/2015).

Dia memprediksi, IHSG masih akan bergerak mixed cenderung tertekan dengan range pergerakan 4300-4420.

Lebih lanjut, Lanjar menuturkan permintaan dolar pun kian meningkat. Capital out flow dan aksi penyelamatan asset beresiko menjadi salah satu faktor utama terjadinya depresiasi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

"Investor asing pun kembali mencatatkan net sell sebesar 464.03 miliar rupiah," sambungnya.

Tag : Kebijakan The Fed
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top