HADAPI MEA 2015: Apa Kata Ketua Umum Kadin?

Persaingan dalam MEA dapat dibagi dalam lima kategori, yakni persaingan kepemilikan sumber daya alam, sumper pendanaan, pariwisata, pasar, dan teknologi.
Febrany D. A. Putri | 19 September 2015 16:21 WIB
Masyarakat Ekonomi Asean 2015 - Ilustrasi

Bisnis.com, MEDAN — Kamar Dagang dan Industri  Indonesia menilai Indonesia belum siap menghadapi persaingan di Masyarakat Ekonomi Asean pada akhir tahun ini.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto menuturkan, siap atau tidak, implementasi Masyarakat Ekonomi Asean akan terjadi sehingga membuat persaingan antar negara semakin ketat.

"Apalagi Indonesia sedang mengalami pelemahan. Walaupun memang ada pengaruh eksternal, terutama dari Amerika Serikat dan Tiongkok," kata Suryo, Sabtu (19/9/2015).

Dia memaparkan, persaingan dalam MEA dapat dibagi dalam lima kategori, yakni persaingan kepemilikan sumber daya alam, sumper pendanaan, pariwisata, pasar, dan teknologi.

"Saat ini, bahkan Tiongkok mulai 'membeli' sumber daya alam dari negara lain, seperti kelapa sawit, kebun kedelai di Brasil. Ini penting untuk mengurangi kebutuhan impor mereka. Untuk persaingan sumber dana, kita masih kalah agresif dari India dan Pakistan. Mereka aktif sekali mencari pendanaan untuk pembangunan negaranya," tambah Suryo.

Lebih lanjut, untuk pariwisata, kunjungan wisatawan ke Indonesia juga masih kalah dari Malaysia dan Thailand. Untuk memperebutkan pasar, Suryo memaparkan, paling tidak Indonesia mencontoh apa yang dilakukan industri otomotif Jepang di sini.

"Sekarang bisa tidak kita mengklaim salah satu negara sebagai pasar kita? Padahal kita salah satu produsen kelapa sawit terbesar, begitu juga dengan cokelat dan karet," ujar Suryo lagi.

Untuk mengantisipasi MEA, Suryo mengatakan, pemerintah seharusnya melakukan beberapa langkah di antaranya, meningkatkan jumlah bebas visa untuk menaikkan kunjungan wisatawan mancanegara, dan mensubsidi bunga kredit usaha rakyat (KUR) untuk membantu UMKM.

Adapun, di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi, Suryo meminta pemerintah dan otoritas terkait mempercepat realisasi belanja negara, penurunan pajak dan mempertimbangkan penurunan suku bunga acuan dan memberi peluang restrukturisasi kredit bermasalah.

Tag : kadin, mea 2015
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top