Tingkatkan Hubungan Ekonomi, Presiden Tawarkan Kerjasama Bidang Farmasi ke India

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menawarkan kerja sama pada bidang farmasi dengan India, untuk meningkatkan kerja sama ekonomi kedua negara.
Lili Sunardi
Lili Sunardi - Bisnis.com 02 November 2015  |  15:48 WIB
Tingkatkan Hubungan Ekonomi, Presiden Tawarkan Kerjasama Bidang Farmasi ke India
Presiden Joko Widodo (Jokowi) - Antara

Bisnis.com, JAKARTA— Presiden Joko Widodo (Jokowi) menawarkan kerja sama pada bidang farmasi dengan India, untuk meningkatkan kerja sama ekonomi kedua negara.

Usai menemui Wakil Presiden India Mohammad Hamid Anshari, Presiden Jokowi mengatakan dirinya fokus membicarakan kerja sama ekonomi antara Indonesia dengan India. Pasalnya, India menjadi pasar yang besar untuk produk yang diproduksi di dalam negeri.

“Kalau hubungan ekonomi Indonesia dengan India dapat diperkuat dan diperluas, maka akan memberikan manfaat yang besar bagi kedua negara, terutama di bidang keamanan maritim, pendidikan, batubara, dan obat-obatan,” katanya di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/11/2015).

Presiden menuturkan Pemerintah India menginginkan percepatan implementasi dari kesepakatan yang telah diambil dengan Pemerintah Indonesia. Untuk itu, kedua negara akan membentuk satuan kerja yang secara khusus melaksanakan hal tersebut.

Satuan kerja tersebut nantinya akan menjalin komunikasi dengan lebih efektif dan efisien, agar kesepakatan antara Indonesia dengan India dapat berjalan sesuai harapan.

“Saya kira cara ini akan sangat cepat dan praktis dalam implementasi dari kesepakatan kedua negara,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah India juga bersepakat dengan Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kerja sama sektor energi terbarukan. Pasalnya, kedua negara telah berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon hingga 2030.

Sekedar diketahui, berdasarkan data Kementerian Perindustrian pada 2014, ekspor Indonesia ke India masih didominasi produk pengolahan kelapa sawit dengan nilai US$4,59 miliar, kemudian pengolahan karet US$372,19 juta, dan kimia dasar senilai US$354,32 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top