Program Stimulus ECB Hanya Sedikit Angkat Manufaktur Zona Euro

Program stimulus besar-besaran yang dilakukan Bank Sentral Eropa (ECB) hanya mendorong sedikit pertumbuhan manufaktur di Zona Euro. Pabrik-pabrik memangkas harga agar penjualan meningkat.
Yudi Supriyanto | 02 November 2015 18:50 WIB
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, LONDON—Program stimulus besar-besaran yang dilakukan Bank Sentral Eropa (ECB) hanya mendorong sedikit pertumbuhan manufaktur di Zona Euro. Pabrik-pabrik memangkas harga agar penjualan meningkat.

Berdasarkan data Markit Economics, purchasing managers’ index (PMI) pada bulan lalu hanya mencapai 52,3. Naik sedikit dari perkiraan awal sebesar 52,0. Meskipun begitu, angka PMI yang masih di atas 50 menunjukkan pertumbuhan.

“Pemulihan manufaktur Zona Euro tetap mengecewakan,” kata Kepala Ekonom Markit, Chris Williamson, Senin, (2/11/2015).

Dia menambahkan, lesunya produksi pabrik-pabrik membuat ECB kemungkinan akan mempertimbangkan untuk menambah stimulusnya.

Saat ini, program pembelian aset bank sentral sebesar 60 miliar euro setiap bulannya telah mencapai lebih dari setengah tahun.

Program yang rencananya akan berlangsung hingga September 2016 tersebut bertujuan untuk menghindarkan blok bermata uang dari spiral deflasi dan meningkatkan harga-harga.

Namun, bank sentral gagal mengangkat harga-haga mendekati target tepat di bawah 2%.

Data resmi yang keluar pada Jumat silam menunjukkan inflasi di blok yang terdiri dari 19 negara tersebut bergerak datar.

Oleh karena itu, berdasarkan jajak pendapat Reuters terhadap para ekonom, pada pertemuan Desember 2015 nanti, hampir dipastikan ECB akan meningkatkan atau memperpanjang program stimulusnya dan memangkas suku bunga simpanan.

Masih berdasarkan data Markit, pertumbuhan lapangan pekerjaan pada Oktober merupakan yang terlemah sejak Februari. Pada saat bersamaan, pesanan baru meningkat hingga yang tercepat dalam 18 bulan.

Peningkatan itu menjaga tekanan terhadap kapasitas pabrik. Sementara outstanding bisnis menandakan pertumbuhan selama enam bulan pada Oktober 2015.

Sementara itu, manufaktur pemilik ekonomi terbesar di Zona Euro, Jerman, mengalami perlambatan. PMI Berlin tergelincir menjadi 52,1 dari 52,3 pada September. Meskipun begitu, PMI yang keluar saat ini lebih tinggi dari data awal yang hanya mencapai 51,6.

“Terdapat tren kuat dalam hasil produksi dan pesanan komponen baru yang sebagian besar menjadi penentu naiknya indeks Zona Euro,” kata Markit.

Meningkatnya sektor manufaktur Zona Euro—meskipun sedikit—membuat Stoxx Europe 600 Index naik 0,4% pada pukul 06.00 pagi waktu New York. Sementara Standard & Poor’s 500 Index berjangka sedikit berubah setelah jatuh sebanyak 0,5%.

Di antara saham-saham tersebut, Commerzbank AG adalah emiten yang mampu mencatatkan kinerja cukup apik, dengan melompat 4,6% terbesar dalam delapan minggu.

Tidak hanya Commerzbank AG, harga saham Dyax Corp juga melompat, bahkan hingga 27% setelah Shire Plc setuju membeli produsen obat tersebut senilai US$5,9 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
zona euro

Sumber : Reuters/Bloomberg

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top