LIBUR NATAL & TAHUN BARU: Transaksi Kartu Kredit Meningkat

Industri perbankan mengungkapkan transaksi sepanjang libur Natal dan Tahun Baru 2016 mendongkrak pertumbuhan kredit konsumer melalui peningkatan transaksi kartu kredit.
Lukas Hendra TM | 02 Januari 2016 14:40 WIB
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, SUKABUMI — Industri perbankan mengungkapkan transaksi sepanjang libur Natal dan Tahun Baru 2016 mendongkrak pertumbuhan kredit konsumer melalui peningkatan transaksi kartu kredit.

Direktur Consumer Banking PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Hery Gunardi mengatakan pihaknya menargetkan sepanjang 2015 kredit konsumer diharapkan bisa bertumbuh 8,8% dibandingkan dengan 2014.

"Transaksi kartu kredit juga diharapkan memberikan kontribusi pada peningkatan kredit konsumer," katanya kepada Bisnis.com, Rabu (31/12/2015). Dia mengungkapkan khusus untuk outstanding kartu kredit diharapkan bisa tumbuh 8,9% pada akhir 2015. Pasalnya, pihaknya menargetkan sepanjang libur Natal dan Tahun Baru 2016, sales volume kartu kredit bisa mencapai 600 miliar.

Hery menambahkan sepanjang liburan akhir 2015, transaksi kartu kredit didominasi oleh transaksi di merchant pusat perbelanjaan. Hingga akhir 2015, perseroan memproyeksikan nilai transaksi kartu kredit mencapai Rp9 triliun.

Senior Vice President Credit Card Group Bank Mandiri Boyke Yurista menyebutkan hingga Oktober 2015 baki debet kartu kredit Bank Mandiri mencapai Rp8,8 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 14% secara tahunan (year on year).

Sedangkan jumlah kartu kredit yang beredar tercatat 3,9 juta keping kartu.

PRODUK BARU

"Untuk mendorong peningkatan transaksi kartu kredit, Bank Mandiri meluncurkan kartu kredit Mandiri World Elite yang khusus menyasar nasabah private banking atau nasabah dengan simpanan lebih dari Rp20 miliar," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Consumer Banking PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan pihaknya memperkirakan kredit konsumer sesuai dengan proyeksi akan tumbuh 8% hingga 10% pada akhir 2015.

"Sementara, transaksi kartu kredit selama liburan mengalami kenaikan 20% hingga 30%," katanya. Menurutnya, transaksi seperti maskapai dan hotel masih masuk dalam top 3 pada transaksi kartu kredit.

Sebelumnya, Anggoro juga menyebutkan transaksi kartu kredit perseroan menjelang Natal dan Tahun Baru biasanya mengalami peningkatan signifikan dibandingkan dengan bulan-bulan biasa. "Rata-rata ada peningkatan transaksi kartu kredit sebesar 20%," ujarnya.

Adapun nilai transaksi kartu kredit emiten berkode saham BBNI ini pada bulan-bulan biasa mencapai Rp2,8 triliun. Hingga September 2015, nilai pinjaman kartu kredit perseroan mencapai Rp9,65 triliun atau meningkat sebesar 62,3% dibandingkan dengan kuartal III tahun sebelumnya.

Komposisi pinjaman kartu kredit BNI mencapai 3,1% dibandingkan dengan total nilai kredit perseroan yang mencapai Rp307,12 triliun. "Target kami hingga akhir 2015 transaksi kartu kredit bisa mencapai Rp28 triliun hingga Rp30 triliun," katanya.

Division Head Card Business BNI Corina Leyla Karnalies pernah mengungkapkan perseroan menargetkan hingga akhir 2015 outstanding kartu kredit bisa mencapai Rp9,8 triliun.

Dia menambahkan rata-rata sales volume kartu kredit 2,8 triliun per bulan. Untuk itu, pihaknya menargetkan hingga akhir 2015 sales volume kartu kredit bisa mencapai 32 triliun.

"Dari sisi transaksi, yang menduduki peringkat pertama dalam transaksi kartu kredit masih groceries . Kedua, departement store dan ketiga travel yang meliputi airline dan hotel," ujarnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kartu kredit

Sumber : Bisnis Indonesia, Sabtu (1/1/2016)

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top