RAPIM DITJEN PAJAK: Ini 5 Usulan untuk Optimalisasi Penerimaan Pajak

Center for Indonesia Taxation Analysis (Cita) menyatakan tahun 2016 merupakan momentum untuk melakukan konsolidasi dan koordinasi fiskal yang tak boleh disia-siakan dan diharapkan dapat meningkatkan partisipasi publik yang semakin besar
Anugerah Perkasa | 10 Januari 2016 11:10 WIB
Kantor Pusat Ditjen Pajak - Pajak.go.id

Bisnis.com, JAKARTA -- Center for Indonesia Taxation Analysis (Cita) menyatakan 2016 merupakan momentum untuk melakukan konsolidasi dan koordinasi fiskal yang tak boleh disia-siakan dan diharapkan dapat meningkatkan partisipasi publik yang semakin besar.

Direktur Eksekutif Cita Yustinus Prastowo mengungkapkan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan akan menggelar Rapat Pimpinan pada 11-12 Januari 2016. Dia menuturkan tahun ini otoritas pajak itu akan menghadapi tantangan yang lebih besar.

"Pajak akan menjadi isu yang semakin penting dan sektor yang diandalkan oleh pemerintah," kata Prastowo dalam rilisnya di Jakarta, Minggu (10/1/2015).

Terkait dengan hal tersebut, Cita menyampaikan lima usulan agar otoritas pajak dapat melakukan optimalisasi penerimaan  pajak.

  1. Diperlukan paradigma baru yang lebih jelas agar reformasi perpajakan, mencakup kebijakan pajak, peraturan perpajakan, dan administrasi perpajakan, dapat mendukung pencapaian target pemerintah 2014-2019.
  2. Perumusan visi dan arah kebijakan perpajakan seyogyanya menciptakan kepastian bagi masyarakat, khususnya mengenai beberapa isu penting seperti transformasi kelembagaan (otonomi Otoritas Perpajakan), revisi UU Perpajakan (khususnya UU KUP dan UU PPh), pelaksanaan pengampunan pajak, Tahun Penegakan Hukum, dan pelibatan aktif para pemangku kepentingan.
  3. Rapim DJP dapat menyentuh dimensi terdalam dan substansial yaitu evaluasi, koordinasi dan konsolidasi internal agar lebih solid, memiliki kesamaan visi, perumusan misi yang jelas, peneguhan kepemimpinan yang mengayomi dan bertanggung jawab, kepastian kebijakan kepegawaian dan remunerasi pegawai, dan penyusunan peta jalan kebijakan dan strategi 2016 yang baik.
  4. Terkait polemik kebenaran data penerimaan pajak 2015, kami menyayangkan tindakan pihak tak bertanggung jawab yang menyebarluaskan informasi sesat. Kami menghimbau semua pihak menahan diri untuk tidak memperkeruh situasi dan menghentikan penyebarluaskan informasi spekulatif yang tidak didukung data akurat dan pemahaman teknis-administratif yang memadai. Kami mempercayai pernyataan resmi Menteri Keuangan terkait data realisasi penerimaan perpajakan yang didukung Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN).
  5. Terkait pemilihan Direktur Jenderal Pajak definitif, kami menghimbau semua pihak menahan diri untuk tidak melakukan politisasi dan intrik yang justru akan merugikan kepentingan organisasi. Kami mempercayakan sepenuhnya kepada Menteri Keuangan untuk mengusulkan kandidat-kandidat terbaik dari internal Kementerian Keuangan yang setidaknya memenuhi kriteria berkinerja baik.


"Rapim tidak sekadar menjadi formalitas yang rutin dan bercitarasa hambar, melainkan momentum konsolidasi kekuatan," papar Prastowo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pajak, penerimaan pajak

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top