Migrasi Kartu Debit ke Teknologi Chip: BRI Butuh Waktu 8 Tahun

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. memproyeksikan proses migrasi kartu ATM/debit perseroan membutuhkan waktu yang cukup lama.
Annisa Sulistyo Rini | 10 Januari 2016 18:03 WIB
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. memproyeksikan proses migrasi kartu ATM/debit perseroan membutuhkan waktu yang cukup lama.

Senior Executive Vice President PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Catur Budi Harto mengatakan menurut perhitungan perseroan untuk bisa mengganti seluruh kartu ATM/debit milik BBRI butuh waktu antara 5 hingga 8 tahun.

Ini disebabkan banyaknya kartu yang dimiliki oleh bank spesialis kredit mikro ini, yakni sekitar 40 juta keping.

"Investasinya juga enggak sedikit, karena enggak cuma di kartu saja. Tetapi juga di mesin ATM dan EDC," ujar Catur di Jakarta, Minggu (10/1/2016).

Menurutnya, perseroan bakal mengutamakan pencetakan kartu ATM/debit dengan teknologi chip bagi nasabah baru.

Migrasi ke teknologi chip perseroan juga bakal dilakukan secara bertahap.

Sebelumnya, Bank Indonesia akhirnya memberikan pelonggaran batas waktu selama enam tahun bagi penerbit kartu debit di Tanah Air untuk mengimplementasikan standar nasional teknologi chip dan personal identification number online 6 digit.

Deputi Direktur Departemen Komunikasi BI Arbonas Hutabarat mengatakan perpanjangan implementasi standar nasional tersebut dilakukan mengingat para penyelenggara kartu ATM/debit belum sepenuhnya siap mengimplementasikan standar nasional teknologi chip dan PIN online 6 digit.

Selain itu, sebut dia, pelaksanaan migrasi dari teknologi magnetic stripe ke teknologi chip dinilai perlu didorong dengan kebijakan yang memberikan insentif terhadap penggunaan kartu yang telah menggunakan teknologi chip.

"Jadwal implementasi diperpanjang menjadi paling lambat 31 Desember 2021. Sementara itu, implementasi PIN online 6 digit pada kartu ATM/debit yang menggunakan teknologi magnetic stripe diperpanjang menjadi paling lambat 30 Juni 2017," jelas Arbonas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bri

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top