BANK SYARIAH: UUS CIMB Niaga Tingkatkan Kontribusi

UUS PT Bank CIMB Niaga Tbk telah menargetkan spin-off pada 2018. Pihaknya tengah menimang pertimbangan makro maupun mikro
Anitana Widya Puspa | 02 Maret 2016 05:54 WIB
CIMB Niaga Syariah. - .
Bisnis.com, JAKARTA UUS PT Bank CIMB Niaga Tbk telah menargetkan spin-off pada 2018. 
 
Melalui spin-off ini Chief of Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P Djajanegara mengharapkan kontribusi syariah secara aset mampu melonjak menjadi 7,5%.
 
Apalagi sepanjang tahun lalu kinerja UUS PT Bank CIMB Niaga Tbk mencatatkan kinerja pertumbuhan seperti yang diharapkannya. Mempertimbangkan kinerja tersebut UUS milik bank berkode saham BNGA ingin meningkatkan kontribusi terhadap kinerja perseroan.
 
Hingga tahun lalu kontribusi UUS terhadap kinerja konsolidasi PT Bank CIMB Niaga secara aset masih berada kisaran 4%. Dirinya memproyeksikan tahun ini kontribusi secara aset bisa meningkat menjadi 5%.
 
Bila dijabarkan kontribusi CIMB Niaga Syariah terhadap total dana pihak ketiga dan pembiayaan CIMB Niaga secara keseluruhan memiliki besaran yang sama yakni 4,2%. Pandji mencanangkan kontribusi tersebut akan meningkat dua kali lipat dalam tiga tahun mendatang.
 
Adapun cara memaksimalkan pertumbuhan, ujar Pandji dilakukan dengan leverage syariah melalui cabang konvensional. Sehingga produk syariah tidak hanya dijual melalui 30 KCS syariah tetapi meluas melalui lebih dari 600 cabang konvensional.
 
Pandji melanjutkan dalam pelaksanaannya dibekali dengan pengenalan baik produk yang telah ada maupun produk yang baru diperkenalkan tahun ini. Khusunya, menurut Pandji yang dijual melalui digital banking sebab melihat kesusksesan digital banking CIMB Niaga tahun lalu.
 
Berdasarkan publikasi laporan keuangan pihaknya sepanjang 2015 menunjukkan kenaikan jumlah aset mencapai Rp9 triliun tumbuh sekitar 7,6% senilai Rp644 miilar dibandingkan tahun sebelumnya(y-o-y).
 
Dirinya menyatakan kenaikan aset UUS ini ditopang oleh pertumbuhan dana pihak ketiga dan pertumbuhan pembiayaan serta mampu menjaga FDR pada level sekitar 96%.
 
Terutama untuk laba menurut Pandji di tengah perlambatan profit CIMB Niaga, UUS syariahnya justru membukukan pertumbuhan positif. Kenaikan laba ini senilai Rp10 miliar tumbuh sekitar 9,6% menjadi Rp115 miliar dibandingkan tahun sebelumnya(y-o-y)
 
Terkait jumlah pendanaan yang diberikan tercatat sebesar Rp6,7 triliun tumbuh sekitar 13% dari tahun sebelumnya atau setara Rp700 miliar.
 
Tahun ini kami fokus melanjutkan penyaluran pendanaan kepada consumer mortgage,jelasnya kepada Bisnis (1/3/2016)
 
Sementara itu total penghimpunan dana juga tumbuh double digit 12% mencapai Rp2,4 triliun (y-o-y). Selanjutnya pertumbuhan dana murah digenjot melalui tabungan haji.
 
Menyesuaikan dengan kondisi perekonomian nasional dan global saat ini UUS memasang target pertumbuhan aset, dana pihak ketiga dan pembiayaan secara konservatif dengan tetap di atas pertumbuhan rerata industri.
 
Fokus pengembangan landasan bisnis juga dilakukan mencakup segmen bisnis, model bisnis dan infrastruktur. Kemudian pihaknya secara konsisten akan mengembangkan produk untuk memperoleh value proposition dari produk tersebut.
 
Diluar itu ingin memperkuat dan memperbaiki risk UUS sendiri. Seperti diketahui NPF Syariah CIMB Niaga adalah gross sebesar1,8% dan Net 0,4%, katanya
 
 
Tag : cimb niaga
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top