LDR Longgar, Bukopin dan Danamon Masih Tahan Diri Terbitkan Obligasi

PT Bank Bukopin Tbk. dan PT Bank Danamon Tbk. memilih untuk menahan penerbitan surat utang melihat rasio pinjaman terhadap simpanan masih longgar.
Annisa Sulistyo Rini | 02 Mei 2016 18:15 WIB
Bank Bukopin - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Bukopin Tbk. dan PT Bank Danamon Tbk. memilih untuk menahan penerbitan surat utang melihat rasio pinjaman terhadap simpanan masih longgar.

Direktur Utama Bank Bukopin Glen Glenardi mengatakan perseroan mengurungkan niatnya untuk menerbitkan obligasi pada tahun ini melihat posisi LDR perseroan yang pada kuartal I/2016, LDR Bank Bukopin berada di angka 81,79% atau turun dibandingkan dengan akhir tahun lalu yang sebesar 86,34%.

Bank Bukopin saat ini masih memiliki izin obligasi berkelanjutan yang jatuh tempo pada tahun ini. "Apakah mau direalisasikan atau tidak, tunggu situasi pasar saja," katanya kepada Bisnis.com, Senin (2/5/2016).

Sebelumnya, Glen pernah menyebutkan perseroan membutuhkan dana sekitar Rp1,5 triliun hingga Rp2 triliun untuk mendukung ekspansi tahun ini.

Emiten dengan kode saham BBKP ini melirik opsi rights issue atau menerbitkan obligasi untuk mendukung rencana ekspansi.

Sementara itu, Chief Financial Officer PT Bank Danamon Tbk. Vera Eve Lim mengatakan pada rencana bisnis bank (RBB) yang diserahkan pada OJK awal tahun ini, perseroan mencantumkan rencana penerbitan surat utang atau obligasi.

"Namun, sampai saat ini belum ada kebutuhan khusus karena loan to funding kami masih bagus," ujarnya.

Pada kuartal I/2016, LFR Bank Danamon berada di level 90,2% atau turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 92,7% karena adanya penurunan kredit sebesar 7,29% y-o-y. Vera menyatakan perseroan akan me-review kembali kebutuhan penerbitan obligasi di tahun depan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top