Percepatan Akses Keuangan, 4 Bank Siap Garap Komoditas Kopi

Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 2 Jawa Barat menyebutkan empat bank, meliputi Bank Mandiri, Bank BJB, BNI, dan BRI, siap masuk ke komoditas kopi sebagai bagian dari program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah Jawa Barat pada tahun ini.
Abdalah Gifar | 17 Mei 2016 18:40 WIB
Kopi - Ilustrasi/luv2turn

Bisnis.com, BANDUNG - Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 2 Jawa Barat menyebutkan empat bank, meliputi Bank Mandiri, Bank BJB, BNI, dan BRI, siap masuk ke komoditas kopi sebagai bagian dari program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah Jawa Barat pada tahun ini.

Kepala Regional 2 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabar Sarwono mengatakan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Jabar dalam program kerjanya akan mendorong industri keuangan dalam pembiayaan komoditas kopi di Tanah Priangan, khususnya di Kab. Garut.

“Ini merupakan program kerja tambahan karena berdasarkan survei pendahuluan yang dilakukan oleh anggota Pokja [kelompok kerja] TPAKD, diketahui kopi yang dihasilkan petani di Kab. Garut memiliki keunggulan dan kekhasan,” ujarnya selepas acara Pengukuhan dan Pelantikan Kelompok Kerja TPAKD Jabar, di Bandung, Selasa (17/5/2016).

Dari hasil survei dan identifikasi potensi pembiayaan terhadap komoditas unggulan tersebut diharapkan keempat bank dapat mewujudkan komitmen penyediaan pembiayaan terhadap komoditas kopi dalam waktu dekat.

Dia menuturkan masih banyak petani, pengumpul, pengolah, dan pelaku usaha dari komoditas kopi Garut yang belum memiliki akses terhadap pembiayaan sehingga komoditas ini tidak berkembang dengan optimal.

“Siklusnya kan beda, ada ke petaninya, ada pengepulnya atau kelompoknya, atau bibitnya, keempat bank itu sudah membidik. Kami melihat keempatnya punya pengalaman yang cukup, punya SDM, punya expertise yang cukup. Bank-bank lain nanti kami lihat dahulu,” katanya.

Menurut Sarwono, dorongan terhadap pelaku industri perbankan untuk membiayai suatu sektor tertentu dalam TPAKD akan berbeda dengan dorongan yang biasa diberikan pihak otoritas ataupun pemerintah.

“Karena apa? Mereka sudah terikat secara kepengurusan di TPAKD, secara kesepakatan, bahwa ini dalam rangka menjalankan program-program TPAKD. Mereka otomatis sukarela, dengan senang hati menjalankan kegiatan-kegiatan dalam rangka pembiayaan kopi di Garut,” tuturnya.

TPAKD Jabar diresmikan pada 24 Maret 2016 di bawah koordinasi Sekretaris Daerah Jabar. TPKAD berkomposisikan pemerintah, OJK, Bank Indonesia, akademisi, dan pelaku industri jasa keuangan.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Iwa Karniwa mengatakan alasan pemilihan daerah Garut sebagai daerah yang ditingkatkan literasi keuangan dan akses keuangannya yakni berdasarkan riset.

“Ternyata Kab. Garut, literasi dan akses keuangannya itu relatif sangat kecil, padahal semua akses dan potensi ekonomi sangat banyak, salah satunya komoditas kopi. Dari 22 kopi terbaik di dunia, 6 ada di Jabar, salah satunya dari Garut,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kopi

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top