Transaksi Union Pay Via ATM BRI Capai 18.000-an

Transaksi kartu Union Pay melalui ATM Bank Rakyat Indonesia tembus di kisaran 18.000 transaksi sepanjang semester pertama tahun ini.
Dini Hariyanti | 01 Agustus 2016 21:13 WIB
ATM BRI. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA—Transaksi kartu Union Pay melalui ATM Bank Rakyat Indonesia tembus di kisaran 18.000 transaksi sepanjang semester pertama tahun ini.

Direktur Konsumer BRI Sis Apik Wijayanto mengatakan pada periode awal kerja sama BRI dan Union Pay International dijalin atau tepatnya pada Januari 2016, jumlah transaksi hanya puluhan. Seiring waktu jumlah ini meningkat hingga mencapai level 10.000-an transaksi pada Juni tahun ini.

“Totalnya transaksi selama semester pertama tahun ini mencapai 18.733 transaksi. Ini setara dengan nilai transaksi sekitar Rp25,4 miliar,” ujarnya ditemui seusai penandatanganan MoU BRI dengan Union Pay International, di Jakarta, Senin (1/8/2016)

Kerja sama transaksi perbankan secara digital dilakukan Union Pay dan BRI sejak awal 2016. Tapi peresmian nota kesepahaman alias memorandum of understanding (MoU) baru terlaksana pada 1 Agustus 2016.

MoU tersebut menandai kartu Union Pay secara resmi bisa digunakan untukk bertransaksi. Penggunanya bisa memanfaatkan 22.792 automatic teller machine (ATM) BRI yang terdapat logo Union Pay di berbagai penjuru Tanah Air.

Adapun transaksi Union Pay melalui electronic data capture (EDC) BRI akan diluncurkan menyusul. Sis menyatakan butuh waktu paling cepat tiga bulan untuk mempersiapkan sistem ini. Dengan kata lain kartu Union Pay sekarang baru bisa digunakan pada ATM saja.

“Target kami 20.000 transaksi itu kami yakin bisa tembus apalagi ketika transaksi melalui EDC sudah bisa digunakan nanti,” kata Sis.

Saat ini BRI memiliki jaringan penerimaan kartu di 213.198 EDC merchant yang tersebar di berbagai lokasi. Pada tahun-tahun mendatang perseroan hendak menambahnya jadi 35.000 EDC merchant setiap tahun.

Secara tidak langsung BRI mengklaim kerja sama dengan Union Pay International bertujuan untuk mendorong program pemerintah untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu andalan pemasukan devisa negara.

BRI hendak merangsang minat kunjungan wisawatan mancanegara dari China agar lebih banyak yang tandang ke Indonesia. Melalui layanan bagi pemegang kartu Union Pay untuk bertransaksi melalui ATM BRI, diharapkan bisa membuat wisman asal Tiongkok lebih mudah berwisata ke Tanah Air.

CEO Union Pay International Cai Jianbo menyatakan Union Pay berpotensi untuk meningkatkan jumlah kunjungan turis khususnya dari China ke Indonesia. “Totalnya di kawasan Asean kami sudah menerbitkan kartu di sepuluh negara,” kata dia.

Penerimaan Union Pay saat ini diperluas hingga 160 negara dan wilayah meliputi lebih dari 35 juta merchant dan lebih dari dua juta ATM di berbagai negara. Totalnya ada 5,4 miliar kartu sudah diterbitkan Union Pay di lebih dari 40 negara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
atm, Union Pay

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top