Presiden: Pengampunan Pajak Bisa Tambah Cadangan Devisa Signifikan

Presiden Joko Widodo menyatakan program pengampunan pajak berpeluang menambah cadangan devisa dalam jumlah signifikan.
Arys Aditya | 02 Agustus 2016 01:42 WIB
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad (kiri), Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kanan) dan Dirjen Pajak Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi saat sosialisasi pengampunan pajak (amnesti pajak), di JI-Expo Kemayoran, Jakarta, Senin (1/8). - Antara/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyatakan program pengampunan pajak berpeluang menambah cadangan devisa dalam jumlah signifikan.

“Ini baru mulai seminggu dua minggu cadangan devisa kita sudah naik US$6 miliar. Ini belum masuk lho [dana repatriasi] sudah naik segitu, apalagi kalau masuk,” katanya dalam pidato di hadapan peserta Sosialisasi Amnesti Pajak, Senin (1/8/2016).

Selain itu, Jokowi menyebutkan masifnya dana repatriasi yang masuk ke dalam negeri turut membantu likuiditas domestik.

Feeling saya, minggu ketiga dan keempat Agustus, paling lambat awal-awal September, akan banyak sekali [dana repatriasi] yang masuk. Akan kelihatan,” ujarnya.

Tag : Tax Amnesty
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top