BI Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Kredit Jadi 7%9%

Bank Indonesia menurunkan proyeksi pertumbuhan kredit akhir tahun ini menjadi 7%9% dari sebelumnya di kisaran 10%.
Ihda Fadila
Ihda Fadila - Bisnis.com 19 Agustus 2016  |  21:28 WIB
BI Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Kredit Jadi 7%9%
Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo. -

Bisnis.com, JAKARTA—Bank Indonesia menurunkan proyeksi pertumbuhan  kredit akhir tahun ini menjadi 7%—9% dari sebelumnya di kisaran 10%—11%.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan hal tersebut ditentukan melihat prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih rendah dari perkiraan sebelumnya. Adapun BI menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi 4,9%—5,3% dari sebelumnya sebesar 5,1%—5,4%.

“Kami melihat pertumbuhan kredit pada 2016 ini memungkinkan ada di kisaran satu digit, jadi satu tahun ini akan di kisaran 7%—9%. Sebelumnya perkirakan masih akan ada dua digit,” ujarnya saat konferensi pers Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, Jumat (19/8/2016).

Lebih lanjut, Agus mengatakan penyaluran kredit perbankan sepanjang kuartal II/2016 belum optimal. Menurutnya, hingga periode tersebut, pertumbuhan kredit tercatat sebesar 8,9% atau lebih tinggi dari kuartal sebelumnya yang sebesar 8,7%.

Sementara dana pihak ketiga (DPK) tercatat tumbuh sebesar 5,9%, lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang sebesar 6,4%.

Meski menurunkan proyeksi pertumbuhan kredit, lanjut Agus, pihaknya optimistis permintaan kredit pada semester II/2016 lebih tinggi dari semester sebelumnya. Pasalnya, kondisi sektor swasta sudah terlihat mulai pulih, sehingga investasi di sektor swasta diharapkan membaik pada semester II/2016.

Terlebih, bank sentral juga sudah berencana mengeluarkan kebijakan makroprudensial dalam waktu dekat, yaitu pelonggaran loan to value (LTV) di sektor properti. Sementara itu, kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) pun diharapkan dapat lebih mendorong sektor rill yang bakal berdampak pada permintaan kredit. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia, kredit

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup