Dukung Tax Amnesty, BTN Ajak Pengembang dan Nasabah Prioritas

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mengajak pengembang dan nasabah prioritas untuk mendukung program pemerintah amnesti pajak.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 19 Agustus 2016  |  23:03 WIB
Dukung Tax Amnesty, BTN Ajak Pengembang dan Nasabah Prioritas
Pengunjung mencari informasi mengenai Bank BTN di sebuah pameran. - Bisnis/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mengajak pengembang dan nasabah prioritas untuk mendukung program pemerintah amnesti pajak.

Direktur Utama BTN Maryono mengatakan melalui produk-produk yang sudah disiapkan perseroan pasca didapatkannya izin sebagai bank gateway, BTN mulai aktif melakukan sosialisasi dengan menawarkan produk investasi kepada nasabah maupun mitra kerjanya.

"Kami serius untuk dapat berperan lebih baik demi suksesnya program amnesti pajak. Kegiatan sosialisasi kami lakukan di wilayah yang berpotensi setelah izin bank gateway keluar," ujarnya dalam acara Seminar Amnesti Pajak dan Investasi Properti di Jakarta, Jumat (19/8/2016).

Dia menyebutkan seminar ini bertujuan memberikan pemahaman tentang program amnesti pajak kepada pengembang sebagai mitra perseroan dan nasabah prioritas. Maryono juga menuturkan perseroan menyiapkan produk layanan yang beragam, baik produk layanan perbankan maupun investasi pasar modal.

Hingga saat ini, emiten berkode saham BBTN ini mulai merasakan dampak kebijakan pengampunan pajak pemerintah. Salah satunya yang terlihat dari penawaran obligasi berkelanjutan BTN II yang mendapat respons dengan hasil oversubcribe.

"Di samping produk terkait pasar modal, kami juga akan mendorong bagaimana produk investasi di luar pasar modal juga menjadi pilihan. BTN memiliki potensi bisnis pembiayaan perumahan, pasar ini akan kami garap untuk menyerap amnesti pajak," katanya.

Maryono masih optimistis akan mendapatkan dana repatriasi senilai Rp50 triliun yang akan difokuskan perseroan untuk penyaluran ke sektor riil.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Tax Amnesty

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup