KEIN: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,3% Realistis

Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) menyatakan asumsi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diusulkan pemerintah pada RAPBN 2017 sebesar 5,3% merupakan angka yang realistis.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 Agustus 2016  |  16:47 WIB
KEIN: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,3% Realistis
Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Soetrisno Bachir (tengah) berbincang dengan Wakil Ketua Arif Budimanta (kanan) dan anggota Hariyadi B Sukamdani, seusai mengikuti pelantikan yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (20/1). - Antara/Widodo S. Jusuf

Bisnis.com, JAKARTA - Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) menyatakan asumsi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diusulkan pemerintah pada RAPBN 2017 sebesar 5,3% merupakan angka yang realistis.

"Target pertumbuhan ekonomi yang dipatok pemerintah sebesar 5,3% pada di 2017 masih dalam kategori angka yang realistis dan moderat," kata Wakil Ketua KEIN Arif Budimanta di Jakarta, Sabtu (20/8/2016).

Arif mengatakan target pertumbuhan ekonomi yang lebih optimis sebesar 5,5 persen pada 2017 masih bisa diupayakan lagi.

Namun, ia mengkhawatirkan target pertumbuhan ekonomi 5,5% tersebut justru dianggap tidak realistis dan dapat menurunkan kepercayaan pasar mengingat kondisi perekonomian global saat ini yang masih belum memiliki kepastian dan ekspor sulit diharapkan.

Dalam kajian KEIN, ekonomi Indonesia baru bisa tumbuh 7% pada 2018. Menurut dia, untuk mewujudkan target pertumbuhan ekonomi 5,3 persen, industri pengolahan menjadi sektor prioritas yang harus dikembangkan.

Dengan mengembangkan industri pengolahan, akan membuat barang ekspor memiliki nilai tambah.

Terkait dengan Pidato Kenegaraan Presiden Joko Widodo yang menyebutkan penerimaan negara dari Amnesti Pajak membuat optimistis target ekonomi tercapai, Arif mengatakan KEIN telah membuat kajian besaran penerimaan negara.

Arif menjelaskan nilai yang dapat diterima negara dari kebijakan Amnesti Pajak pada 2017 sebesar Rp1.495,9 triliun. Besaran nilai tersebut lebih rendah dari APBNP Tahun 2016 yang dibandingkan dengan realisasi tahun 2015 yakni Rp1.240,4 triliun. "Secara umum masih cukup realistis," ujar Arif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pertumbuhan Ekonomi

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top