Januari-Juli 2016, Realisasi Investasi di Kab. Klungkung Rp1,02 T

Investasi di Pulau Nusa Penida, Lembongan, dan Ceningan Kabupaten Klungkung terus menggeliat dibuktikan dengan nilai realisasi penanaman modal dalam negeri pada Januari-Juli 2016 mencapai Rp1,02 triliun.
Feri Kristianto | 25 Agustus 2016 02:00 WIB
Resepsionis hotel sedang melayani calon konsumen. - Ilustrasi/Bisnis/Amri Nur Rahmat

Bisnis.com, DENPASAR - Investasi di Pulau Nusa Penida, Lembongan, dan Ceningan Kabupaten Klungkung terus menggeliat‎ dibuktikan dengan nilai realisasi penanaman modal dalam negeri pada Januari-Juli 2016 mencapai Rp1,02 triliun.

Angka tersebut mencapai‎ 80% dari total investasi dalam negeri yang masuk ke Kabupaten Klungkung selama periode tujuh bulan ini senilai Rp1,3 triliun. Adapun sektor yang menarik minat investor adalah perdagangan hotel dan restoran dengan nilai investasi Rp1,01 triliun, dan listrik air bersih Rp305 juta.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyatakan besarnya investasi yang masuk ke tiga pulau yang terpisah dari Bali tersebut karena semakin mudahnya berinvestasi di daerahnya. Alhasil, lanjutnya, realisasi investasi juga berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja sebanyak 263 orang dari realisasi tersebut.

"Tidak ada alasan situasi tidak nyaman. Komunikasi sekarang terbuka, sejak terpilih saya sudah berikan ruang presentasi bagi investor yang mau buat apa, asalkan serius," tuturnya, Senin (24/8/2016).

‎Dia menjelaskan siapapun yang berniat memanfaatkan potensi di Nusa Penida dipersilahkan untuk masuk, dengan syarat harus mengikuti rambu-rambu yang ada.

Kemudahan perizinan juga diberikan bagi investor tanpa harus ‎sering bertemu pimpinan daerah untuk mempermulus perizinan. Menurutnya, pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB) sudah bisa diperoleh dalam tempo 3 hari, sedangkan izin prinsip bisa lebih cepat dengan memanfaatkan pantauan global positioning system (GPS).

Ke depan, Suwirta mengungkapkan akan membuka tiga pelabuhan strategis yang menghubungkan Nusa Penida, Ceningan, dan Klungkung daratan yang disebut segitiga emas. Tiga pelabuhan ini akan difungsikan sebagai titik masuk ke Nusa Penida agar lebih mudah melakukan kontrol dan dampak sosial ekonomi yang bisa ditimbulkan karena pesatnya pariwisata.

"Sekarang pintu masuk banyak sekali. Siapa bisa mengontrol seperti saat ini, karena itu harus diantisipasi supaya bisa dioptimalkan termasuk data berapa banyak orang datang ke Nusa Penida," tuturnya.

Investasi di kawasan yang terkenal dengan wisata bahari tersebut diyakini akan semakin berkembang pesat lagi disebabkan rampungnya pembangunan pembangkit listrik oleh PLN Distribusi Bali. Sistem kelistrikan di Kawasan Nusa Penida saat ini dipastikan aman dari pemadaman paska pengoperasian dua unit mesin PLTD Kutampi, berkapasitas masing-masing 1,3 MW.

‎Tambahan daya itu menjadikan kapasitas total daya listrik di tiga pulau mencapai 8,2 MW, dengan beban puncak sebesar 5,3 MW atau masih ada daya cadangan sekitar 2,9 MW atau sekitar 30%.‎ Sebelumnya, listrik merupakan salah satu kendala di Nusa Penida selain nfrastruktur jalan, air bersih.

Kepala Badan Penanaman Modal Klungkung Ida Bagus Jumpung Gede Oka Wedhana mengakui mangnet Nusa Penida mampu menarik investor ke daerahnya. Nusa Penida merupakan kecamatan yang terbesar menyerap investasi selain Banjarangkan, Klungkung, Dawan.

Menurutnya, arus investasi ke daerah ini akan terus meningkat seiring banyaknya potensi pariwisata yang belum tergarap maksimal tetapi terus dipromosikan lewat dunia digital. Selain itu, pelaksanaan Festival Nusa Penida diyakini akan semakin memperkenalkan daerah ini kepada dunia luar dan mampu memikat investasi.

Tag : investasi
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top