BI Sebut Masih Ada Bank Belum Penuhi Rasio Kredit UMKM

Memasuki semester II/2016, Bank Indonesia memantau masih ada sekitar 10% dari total bank di Indonesia yang belum memenuhi ketentuan rasio kredit atau pembiayaan kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebesar minimal 10% per tahun ini.
Ihda Fadila
Ihda Fadila - Bisnis.com 25 Agustus 2016  |  20:06 WIB
BI Sebut Masih Ada Bank Belum Penuhi Rasio Kredit UMKM
Kantor Bank Indonesia - Reuters/Darren Whiteside

Bisnis.com, JAKARTA—Memasuki semester II/2016, Bank Indonesia memantau masih ada sekitar 10% dari total bank di Indonesia yang belum memenuhi ketentuan rasio kredit atau pembiayaan kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebesar minimal 10% per tahun ini.

Kepala Departemen Pengembangan UMKM Bank Indonesia Yunita Resmi Sari mengatakan dari 118 bank di Indonesia, baru ada sekitar 100 bank yang memenuhi ketentuan tersebut. Adapun sisanya masih terus berupaya menggenjot kredit UMKM untuk mencapai ketentuan yang ditetapkan.

“Sebenarnya hampir sebagian besar sudah memenuhi 10%. Ya mungkin sekitar 100-an. Kurang lebih seperti itu,” ujarnya di Jakarta, Kamis (25/8).

Yunita menambahkan, mayoritas bank yang belum memenuhi ketentuan rasio sebesar 10% merupakan kantor cabang bank asing (KCBA). Bank sentral menyadari KCBA memiliki keterbatasan jaringan di Indonesia.

Seperti diketahui, Bank Indonesia menerbitkan aturan yang mewajibkan tiap entitas bank di Tanah Air menjadi pemain di segmen UMKM. Dalam Peraturan BI (PBI) Nomor 17/12/PBI/2015, bank sentral mewajibkan tiap entitas bank memenuhi kuota penyaluran kredit UMKM sebesar 20% dari total kredit atau pembiayaan secara bertahap.

Rincian tahapannya, pada 2013 dan 2014, rasio kredit atau pembiayaan UMKM terhadap total kredit/pembiayaan ditetapkan sesuai kemampuan bank yang dicantumkan dalam rencana bisnis bank (RBB). Kemudian pada 2015, rasio kredit atau pembiayaan UMKM ditetapkan paling rendah sebesar 5%.

Tahun ini, rasio kredit atau pembiayaan UMKM ditetapkan paling rendah 10%. Sementara tahun depan ditetapkan minimal 15% hingga pada 2018 nanti ditetapkan paling rendah sebesar 20%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia, kredit umkm

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top