DANA REPATRIASI: Jabar Targetkan Investasi Rp120 T Tahun Depan

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memasang target tinggi arus investasi pada 2017 mencapai Rp120 triliun.
Wisnu Wage Pamungkas | 02 November 2016 18:06 WIB
Helpdesk amnesti pajak - Ilustrasi/Reuters/Darren Whiteside

Bisnis.com, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memasang target tinggi arus investasi pada 2017 mencapai Rp120 triliun.

Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Jabar Dadang Masoem mengatakan pihaknya sengaja mematok angka tinggi mengingat arus investasi ke provinsi tahun ini pun masih sangat tinggi. “Tahun depan kami targetkan bisa mencapai Rp120 triliun, kalau tahun ini Rp105 triliun,” katanya kepada Bisnis, Rabu (2/11/2016).

Dadang mengaku target ini agak melompat dibandingkan dengan 2016. Namun pihaknya melihat sejak 2015 raihan investasi ke Jawa Barat selalu melebihi target yang pada 2015 dari target Rp97 triliun, tercapai Rp103 triliun lebih. “Target selalu terlewati, masa kita takut menetapkan target tinggi? Tidak bisa,” ujarnya.

Hitungan target Rp120 triliun, sendiri diharapkan datang dari dana repatriasi program amnesti pajak yang tengah digenjot pemerintah. Menurutnya, saat ini sudah banyak investor yang sudah bersiap masuk ke sejumlah kawasan industri.

“Para peminat masih mencari informasi apa yang ditawarkan oleh setiap provinsi, jadi dampak langsungnya bisa dirasakan tahun depan,” paparnya.

Karena itu agar target ini tercapai pihaknya akan membenahi sejumlah kawasan industri yang tersebar di beberapa daerah. Saat ini dari 25 kawasan industry yang ada, BPMPT mencatat yang baru terisi baru 40% sisanya menurutnya masih leluasa.

“Sudahlah jangan mikirin lagi IMB. You punya duit, tenaga kerja lahan ini sudah siap mau bikin apa di sini siap,” cetusnya.

BPMPT Jabar sendiri mencatat dari target investasi Rp107 triliun tahun ini, hingga triwulan III sebanyak 70% sudah terealiasi. Menurutnya, penanaman modal asing masih mendominasi dengan nilai mencapai Rp 78 triliun. “Singapura saat ini dominasi di PMA, menggeser gabungan sejumlah negara, Jepang dan Korea Selatan,” tuturnya.

Menurutnya, Singapura menjadi yang tertinggi karena banyak ditunjang oleh investor dari negara lain. Pihaknya mencatat, industri manufaktur masih menjadi primadona PMA khususnya dari Singapura."Ternyata, pengusaha Eropa punya kekuatan di Singapura. Jadi (invetasi) yang dari Singapura itu ya Eropa juga," katanya.

Adapun investasi lokal menurutnya bergerak di sektor industri kreatif dan usaha kecil menengah. Dadang berharap sisa dua bulan menjelang 2016 ini, realisasi investasi di Jabar makin tinggi.

BPMPT Jabar optimistis realisasi investasi akan tetap tinggi khsusnya PMA dibanding provinsi lain. Jika tax amnesty mampu menarik uang mengalir ke daerah, target Rp107 triliun bisa terlampaui seperti tahun lalu.

Tag : repatriasi
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top