Pengelola Statuter AJB Bumiputera Harus Pastikan Klaim Terbayar Lancar

Pengelola Statuter Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 diminta memastikan memperlancar pencairan klaim dan polis yang jatuh tempo guna membangun public trust.
Anggara Pernando | 02 November 2016 19:49 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Pengelola Statuter Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 diminta memastikan memperlancar pencairan klaim dan polis yang jatuh tempo guna membangun public trust. Pola ini merupakan kunci agar transformasi berjalan baik.

Hotbonar Sinaga, Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Risiko dan Asuransi menuturkan kunci sebuah perusahaan asuransi dapat dipercaya adalah lancarnya pembayaran klaim.

Untuk itu, pengelola statuter (PS) diminta memastikan proses pembayaran klaim terlaksana tanpa penundaan. Selain itu bagi perusahaan asuransi pendapatan premi harus lebih besar dari liabilitas tahunan agar bisnis sustainable

“Kalau sudah dapat kepercayaan baru bisa jualan temasuk unit-linked, bancassurance,” kata Hotbonar di Jakarta, Rabu (2/11/2016).

Dia mengatakan public trust sulit terbangun hanya dengan mengandalkan ketokohan para pengelola yang dikoordinatori oleh Didi Achdiat.  

Hotbonar mengatakan selain memastikan klaim, para PS juga harus segera meluncurkan produk baru dengan mengkonversi produk lama yang akan segera jatuh tempo guna menekan liabilitas.

Lebih lanjut, mantan Direktur Utama Jamsostek ini mengatakan AJB juga membutuhkan pengembangan teknologi informasi guna mendukung tim sales.

PS juga harus merangkul karyawan Bumiputera 1912 sehingga tercipta sinergi. Apalagi dalam empat tahun terakhir direksi terus berganti dalam jangka relatif pendek sehingga membuat suasana kerja kurang nyaman. “[Juga harus dibangun] Tim marketing yang kuat dan tangguh,” katanya.

Dia mengatakan, para PS yang telah ditunjuk OJK melakukan tahapan penguatan AJB Bumiputera ini agar tidak sungkan belajar kepada Jiwasraya yang 10 tahun lalu mengalami kondisi hampir serupa. Dia mengatakan disiplin dari tim Direksi Jiwasraya membuat perusahaan itu tumbuh sangat mengesankan setelah 10 tahun.

“Pengelola Statuter harus memiliki strategic plan yang jelas,” katanya.

Adapun upaya transformasi AJB Bumiputera melalui pengelola statuter, Hotbonar mengingatkan agar para pengelola berhati-hati agar tidak tersandung dengan masalah hukum.

Dia mengatakan tidak mudah mengkonversi perusahaan lama seperti Bumiputera yang telah berumur lebih dari 104 tahun. Selain itu transformasi harus dilakukan dengan demokratis.

Tag : ajb bumiputera 1912
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top