OJK: Pengawasan Terintegrasi dan Kuat adalah Tantangan Utama

Otoritas Jasa Keuangan mengatakan tantangan utama yang dihadapi regulator dalam dua tahun terakhir adalah membangun sistem pengawasan terintegrasi yang kuat.nn
Anggara Pernando | 02 November 2016 19:49 WIB
Karyawati Otoritas Jasa Keuangan menerima telpon, di kantor perwakilan Makassar, Rabu (13/4). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan mengatakan tantangan utama yang dihadapi regulator keuangan dalam dua tahun terakhir adalah membangun sistem pengawasan terintegrasi yang kuat.

Toto Zurianto, Kepala Departemen Learning & Assessment Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menuturkan sistem pengawasan ini awalnya terpisah baik mengenai ketentuan yang berlaku, sistem informasi maupun orang-orang yang terlibat. Akibatnya, kebijakan dan implementasi di lapangan membuat sulit pelaku industri.

"[Jika terintegrasi] Kalau ada assessment terkait banking, terkait capital market, investmen semua data dapat di-involved dengan mudah," kata Toto di Jakarta, Rabu (2/11/2016).

Dia mengatakan integrasi saat ini dilakukan dengan mengembangkan sistem pengawasan terpadu. Namun, agar organisasi OJK lebih kuat, kata dia, diperlukan penyatuan orang dalam satu gedung pengawasan bersama. "Integrasi tidak hanya sistem, tapi juga orang. Kalau lebih dekat lebih mudah menghubungi," katanya.

Dia mengatakan pengawasan terintegrasi dapat menemukan bentuk terkuatnya dalam dua hingga lima tahun ke depan. Adapun dalam jangka pendek, kata Toto, otoritas tengah berfokus membangun kompetensi para pengawas dan perumus aturan di bidang financial technology.

Otoritas, kata dia, menyadari saat ini peran jasa keuangan konvensional semakin tergerus dengan model jasa keuangan tanpa sekat ini. Penguatan ini seiring dengan fokus pemerintah yang meminta OJK semakin berperan dalam model layanan jasa keuangan berbasis teknologi ini.

Lebih lanjut, dia mengatakan, pihaknya juga tengah membangun kerjasama dengan berbagai belahan negara untuk memperkuat SDM pengawasan ini.

Toto mengatakan setelah menjalin kerja sama dengan sejumlah negara seperti Australia hingga bank dunia dalam dua tahun terakhir ke depan OJK akan membangun pengembangan SDM terpadu dengan Korea hingga Jepang.

"Tujuannya selain meningkatkan pemahaman regulator, juga membantu perkembangan industri keuangan," katanya.

Rahmat Waluyanto, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, dalam sambutannya mengatakan otoritas terus berupaya memperkuat sumber daya manusia di OJK. Dia mengatakan penguatan ini merupakan bagian kunci untuk mewujudkan peta jalan jasa keuangan yang telah disusun oleh Otoritas.

Tag : ojk
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top