Impor Masih Bisa Ditingkatkan

Ruang defisit berjalan yang masih lebar untuk setidaknya di batas aman 2,5%
Veronika Yasinta | 02 Desember 2016 19:20 WIB
Ilustrasi ekspor dan impor - Istimewa

Bisnis.com, Jakarta—Ruang defisit transaksi berjalan yang masih lebar untuk setidaknya di batas aman 2,5% terhadap produk domestik bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian. Defisit transaksi berjalan pada kuartal III/2016 tercatat 1,8%, angka itu lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 2,2% terhadap PDB.

Ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih menjelaskan ruang sebesar 0,7% untuk defisit transaksi berjalan bisa diisi untuk mendongkrak perekonomian dengan menaikkan impor. Dia meyakini hal itu akan menambah optimisme pelaku pasar sehingga perbankan akan masuk ke sektor di luar program nawa cita.

“Pengusaha menggunakan giro mereka untuk modal usaha, jadi self financing,” ujarnya.

-Data terakhir menunjukkan neraca perdagangan nonmigas kuartal III/2016 mengalami surplus US$4,0 miliar, atau lebih tinggi dibanding kuartal sebelumnya sebesar US$3,7 miliar.

Kenaikan surplus itu dipengaruhi penurunan impor yang lebih besar dibandingkan dengan penurunan ekspor. Di sisi lain, harga ekspor mulai tumbuh positif sekitar 3,9% (year-on-year) terutama terjadi pada Agustus dan September.

Ekonom PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Akbar Suwardi mengatakan penurunan impor terus tertekan sehingga defisit transaksi berjalan lebih kecil, sementara neraca perdagangan mencatatkan surplus. Dia berpendapat ruang itu bisa ditingkatkan dengan terus melakukan impor terutama di bahan baku dan barang modal.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan impor nonmigas September 2016 mencapai US$9,55 miliar atau turun 9,77% dibandingkan Agustus 2016.

Nilai impor golongan bahan baku/penolong dan barang modal selama Januari–September 2016 mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing sebesar 9,80% dan 12,66%. Impor golongan barang konsumsi justru meningkat 12,80%.

“Kalau impor baku dan modal sebenarnya sudah positif tapi masih sangat terbatas. Sampai akhir tahun, defisit transaksi berjalan bisa di 2,3%-2,5%. Itu masih terkendali,” ucapnya.

Tag : impor
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top