GWM Averaging Dinilai Dapat Membantu Industri Perbankan

Ekonom Samuel Sekuritas berpendapat Partial Giro Wajib Minimum (GWM) Averaging yang akan diterapkan pada pertengahan tahun 2017 dapat membantu kesulitan yang dihadapi oleh industri perbankan.
Krizia Putri Kinanti | 02 Desember 2016 19:10 WIB

Bisnis.com, JAKARTA --  Ekonom Samuel Sekuritas berpendapat Partial Giro Wajib Minimum (GWM) Averaging yang akan diterapkan pada pertengahan tahun 2017 dapat membantu kesulitan yang dihadapi oleh industri perbankan.

Lana Soelistianingsih, Ekonom analis Samuel Sekuritas Indonesia menjelaskan bahwa dengan dilakukan secara parsial GMW Averaging ini bagus dan belum pernah ada sebelumnya, perbankan juga akan lebih fleksibel untuk mengelola likuiditas.

“Ini bagus ya, sepengertian saya karena parsial, yang di average 1,5% sisanya yang wajib GWM primer 5%, nah yg 1,5% Jadi misalnya bank likuiditasnya turun bisa di penuhi 1,5% saja,” katanya saat dihubungi Bisnis, Jum’at (2/12/2016)

Namun, ia juga menambahkan harus di lihat lagi apakah GWM Averaging terdapat bunga karena akan timbul masalah apabila ternyata terdapat bunga di GWM Averaging

“Harus dilihat lagi apakah GWM dikasih bunga, kalo yang primer kan tidak, kalo averaging saya belum tau. Nah kalau ada bunganya dapat menganggu likuiditas pasar uang antar bank tapi mungkin kecil sih gangguannya.”

Skema ini bertujuan untuk memberi waktu bagi bank agar terbiasa dengan skema GWM baru. Porsi yang averaging, nantinya akan meningkat bertahap hingga pada akhirnya sebesar 6,5%. Apabila skema averaging 6,5% telah ditetapkan secara penuh, bank pun tidak diberikan batas minimum berapa yang harus dipenuhi setiap harinya asalkan memenuhi rasio GWM averaging yang ditetapkan pada akhir periode.

Nantinya posisi GWM akan dihitung setiap periode tertentu yang ditentukan bank sentral, di mana opsinya adalah satu minggu atau dua minggu namun periode ini tentunya harus di lakukan evaluasi lebih lanjut.

“Periode satu atau dua minggu itu harus di evaluasi lagi mana yang lebih efektif,” tambah Lana.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perbankan

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top