Konsumsi Masyarakat Mulai Pulih, Permintaan Kredit Bank Naik

Pertumbuhan kredit pada Oktober 2016 yang lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya disebutkan sejalan dengan perbaikan konsumsi masyarakat yang mulai pulih meski masih terbatas.
Annisa Sulistyo Rini | 02 Desember 2016 21:52 WIB
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pertumbuhan kredit pada Oktober 2016 yang lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya disebutkan sejalan dengan perbaikan konsumsi masyarakat yang pulih meski terbatas.

"Secara umum, pertumbuhan kredit cenderung akan kembali meningkat, khususnya kredit konsumsi," ujar ekonom PT Bank Permata Tbk. Josua Pardede kepada Bisnis.com pada Jumat (2/12/2016).

Namun, lanjutnya, secara year to date pertumbuhan kredit baru tumbuh 3,8% per Oktober 2016. Hingga akhir tahun, dia memprediksi pertumbuhan kredit berada di kisaran 7%-8% secara tahunan.

"Mengingat ekspektasi perbaikan ekonomi dalam negeri pada tahun depan, pertumbuhan kredit 2017 diperkirakan 9%-11% y-o-y," kata Pardede.

Secara terpisah Direktur Riset Kenta Institute Eric Sugandi melihat pertumbuhan kredit secara bulanan cenderung meningkat, walaupun lambat. Pertumbuhan kredit di akhir tahun pun diproyeksi pada kisaran 7%-8% y-o-y.

"Bank-bank masih berhati-hati memberikan pinjaman di tengah tertekannya pertumbuhan ekonomi Indonesia dan tertekannya harga komoditas," ujarnya. Selain itu, investor juga banyak yang masih wait and see, sehingga sebelum meningkatkan permintaan kredit.

Sementara itu, Analisis Uang Beredar Bank Indonesia melaporkan pada Oktober 2016 pertumbuhan kredit perbankan tercatat senilai Rp4.246,6 triliun atau tumbuh 7,4% secara tahunan (year on year). Angka pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 6,4% y-o-y.

Pertumbuhan penyaluran kredit ini terutama terjadi di kredit modal kerja dan kredit investasi. Kredit modal kerja tumbuh 5,9% y-o-y, meningkat dibanding September yang sebesar 4,1% y-o-y. Sedangkan kredit investasi naik dari 9,3% Â y-o-y menjadi 10,1% y-o-y.

Tag : perbankan, kredit
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top